SAKINAH

Menjadi Wanita yang Dirindukan Surga

Kedua, memelihara diri ketika suaminya tidak ada (menjaga hak-hak suaminya).

Dalam Islam, setelah seorang wanita menikah, ia memiliki amanah baru yaitu menjaga hak-hak suaminya. Hal ini menjadi salah satu sifat mulia yang membuat seorang istri digolongkan sebagai wanita yang dirindukan surga, yakni:

  • Menjalankan kewajiban sebagai istri. Wanita yang dirindukan surga berusaha menjalankan perannya dengan baik, melayani suami dalam hal yang ma’ruf, menjaga keharmonisan, dan menghadirkan kenyamanan di rumah;
  • Menjaga hak suami, baik saat ada maupun tidak ada. Ia tetap amanah, menjaga perilaku dan kehormatan diri, tidak menggunakan harta suami tanpa izin, serta menjaga rahasia dan aib keluarga;
  • Menjaga kehormatan diri. Ia menjauhi hal-hal yang dilarang syariat dalam penampilan, interaksi, dan sikap, karena kehormatannya bagian dari kehormatan suaminya;
  • Menjadi penolong bagi suami. Ia mendukung suaminya dalam kebaikan, memudahkan urusannya, dan menciptakan rumah yang penuh ketenangan, sehingga pernikahan menjadi jalan menuju ridha Allah.

Intinya, wanita yang menjaga hak-hak suami adalah wanita yang amanah, menjaga diri, menjaga rumah tangga, dan menjalani perannya sebagai istri dengan ihsan. Inilah sifat yang membuatnya menjadi pribadi yang dirindukan oleh surga.

Rasulullah Saw bersabda, “Apabila wanita shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, dia menjaga kemaluannya, menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR Ahmad).

Hadits di atas menegaskan seorang istri harus taat kepada suaminya. Sampai-sampai balasannya masuk surga dari pintu mana saja, masyaAllah. Namun, ketaatannya selama dalam batas syariat. Ketaatan inilah menjadi ibadah besar bahkan dapat menjadi sebab turunnya ampunan Allah bagi keluarganya.

Namun, bila suami mengajak kepada maksiat atau kepada kekufuran, istri wajib menolaknya meski kekuasaan, kekuatan dan kekayaannya menyamai Fir’aun sekalipun. Seperti yang terjadi pada Asyiah, istri Fir’aun. Sehingga Allah SWT dalam QS at-Tahrim ayat 11 memuji keimanannya dengan ganjaran surga.

Dua asas utama bagi wanita yang dirindukan surga tersebut merupakan kunci kebahagiaan seorang wanita, kunci hidayah dan taufik Allah, kunci kesalehan keturunan, serta kunci ketentraman hidup di dunia.

Karena itu, para orang tua dan wali hendaknya memberi perhatian besar pada pendidikan putri-putrinya. Bimbinglah mereka agar tumbuh dalam keshalihan, istiqamah dalam ibadah, menunaikan kewajiban-kewajiban Islam, serta menjauhi segala hal yang bisa merusak kehormatan dan kemuliaan diri mereka sehingga surga akan merindukannya.[]

Siti Aisyah, S.Sos., Koordinator Kepenulisan Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button