#Wabah CoronaNASIONAL

Menteri Tjahjo Puji Langkah Anies Tangani Wabah Corona

Jakarta (SI Online) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani wabah virus Corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Tjahjo usai mendengar di DKI Jakarta ada layanan jemput pasien melalui Call Centre 112 dan 119.

“Bagus, bentuk dari pelayanan aparatur sipil negara kepada masyarakat,” kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (3/3/2020) seperti dilansir ANTARA.

​​​​​​Mantan Mendagri itu juga memberi arahan kepada ASN agar tetap tenang. Kepada pegawai instansi pemerintah, khususnya intern Kemenpan-RB, Tjahjo mengimbau agar mereka senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Selain itu juga menyediakan antiseptik di setiap ruang kerja, pintu masuk kantor, dan pintu lift, menggunakan masker kalau batuk/flu, dan segera menghubungi pihak medis apabila mengalami demam, batuk, pilek.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah membentuk Tim Tanggap Corona sebagai bentuk antisipasi dan penanganan kasus Covid-19 yang merebak akhir-akhir ini di dunia internasional.

Tim itu berfungsi untuk melakukan pengawasan dan pemantauan mulai Senin (2/3) untuk kasus Covid-19. Tercatat, tim memantau 136 orang dengan hasil 115 orang dinyatakan sehat, sedangkan 21 orang masih memerlukan pengawasan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang warga Jakarta yang memiliki gejala terpapar Covid-19 langsung datang ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas ataupun rumah sakit.

“Bila masyarakat merasakan kondisi seperti gejala Covid-19, kami minta jangan langsung ke fasilitas kesehatan, tinggal dahulu di tempat Anda berada,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin.

Anies menyebutkan permintaan agar masyarakat tidak ke berangkat ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi penularan yang lebih besar kepada masyarakat yang kontak dengannya.

“Jika terdapat gejala, telepon ke nomor yang sudah tersedia, yakni 112 dan 119, kami yang akan jemput. Setelah diagnosis pertelepon, kemudian terkonfirmasi, baru dijemput, lalu dibawa ke fasilitas kesehatan. SOP-nya begitu,” ujarnya.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button