RESONANSI

Merdeka atau Mati

Merdeka atau mati, kalimat tersebut sebenarnya bersumber dari semboyan para Pejuang Islam yaitu “hidup mulia atau mati syahid”.

Semboyan “merdeka atau mati” serta “hidup mulia atau mati syahid” terlahir dari jiwa-jiwa yang merdeka.

Karena hidup mulia berarti hidup dalam kemerdekaan sepenuhnya, dan mati syahid pun berarti hidup dalam kemerdekaan hakiki di alam berbeda, itulah merdeka yang sesungguhnya.

Artinya, makna merdeka bagi sebuah bangsa dan negara adalah kehidupan berbangsa dan bernegara yang diatur sepenuhnya oleh hukum-hukum Allah, bukan hukum yang bertentangan dengan hukum Allah.

Semakin utuh dan total hukum Allah mengatur kehidupan sebuah bangsa dan negara, maka semakin merdeka bangsa dan negara tersebut.

Semakin banyak hukum yang menyimpang dari hukum Allah dalam sebuah Negara, maka sesungguhnya bangsa dan negara tersebut semakin terjajah.

Terjajah oleh sesama makhluk yang menganggap dan dianggap lebih kuat dari bangsa lain dengan hukum dan aturan-aturan yang dibuatnya sendiri untuk mengatur kehidupan.

Padahal jika sebuah bangsa hanya tunduk dan taat kepada Allah saja, maka seluruh bangsa lain akan segan kepada bangsa tersebut, dan jika sebuah bangsa tunduk kepada selain hukum Allah, maka bangsa lain akan berani melawan, bahkan menundukkan dan menguasainya.

Itulah sesungguhnya yang sedang terjadi pada bangsa dan negara kita saat ini, bangsa yang sedang terjajah oleh bangsa lain karena mengabaikan bahkan mungkin melecehkan hukum Allah.

Sedangkan ketetapan Allah pasti terjadi, sebagai hukum kausalitas. Semakin menghambakan diri kepada Allah, maka semakin merdeka dihadapan makhlukNya, dan semakin menyimpang bahkan melecehkan hukum Allah, maka semakin rendah dan hina dihadapan manusia lain.

Semoga Allah selamatkan Agama, Bangsa dan Negara kita dengan segera bertaubat dan kembali kepadaNya.

Hasbunallah wa ni’malwakil ni’mal maula wa ni’mannashiir.

Mohammad Nur Sukma

Artikel Terkait

Back to top button