Mumpung Masih Muda, Begini Caranya Nabung untuk Haji
Musim haji 1447 H segera tiba. Kita akan rombongan jamaah mulai berangkat, mendengar lantunan talbiyah di bandara, dan mungkin melihat tetangga atau kerabat menggelar walimatussafar. Di momen seperti ini, sering kali muncul getaran di hati: “Kapan ya giliran saya?”
Bagi kita yang berada di rentang usia 20 hingga 30 tahun, naik haji mungkin terasa seperti “cita-cita masa tua”. Ada anggapan bahwa haji itu urusan nanti kalau sudah mapan, sudah punya anak, atau sudah pensiun.
Padahal, dengan antrean haji reguler di Indonesia yang mencapai puluhan tahun, menunda mendaftar berarti menunda keberangkatan sampai rambut memutih.
Padahal, fisik yang paling prima untuk menjalankan ibadah haji adalah saat kita masih muda. Bayangkan tawaf dan sa’i di tengah cuaca panas Mekkah dengan energi anak muda; tentu akan lebih maksimal.
Jadi, mumpung masih di usia produktif, mari kita bedah strategi finansial agar niat suci ini bukan sekadar mimpi di siang bolong.
1. Ubah Mindset: Haji Itu “Dijemput”, Bukan “Ditunggu”
Kesalahan pertama banyak anak muda adalah menunggu uang kumpul baru berniat haji. Padahal, urutannya dibalik: Pasang niat yang kuat, lalu mulai menabung.
Di usia 20-an, tantangan terbesar bukan jumlah gaji, tapi gaya hidup. Antara beli kopi kekinian setiap hari atau menyisihkan uang untuk setoran awal haji, di situlah letak ujiannya.
Ingat, haji bukan soal seberapa kaya kita, tapi seberapa kuat keinginan kita untuk memenuhi panggilan-Nya. Mulailah dengan menargetkan angka Rp25 juta sebagai setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi. Angka ini mungkin terlihat besar, tapi kalau dipecah, sebenarnya sangat masuk akal.
2. Strategi “Auto-Debet” Sebelum “Auto-Laper”
Jangan pernah menabung dari sisa uang bulanan. Sebab, biasanya tidak akan pernah ada sisanya. Begitu gaji masuk, langsung sisihkan di awal.
Misalnya, targetkan menabung Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per bulan. Anggap saja ini sebagai “cicilan masa depan”. Gunakan fitur autodebet ke rekening khusus haji agar kamu tidak gatal ingin menariknya saat melihat diskon di e-commerce.
Di usia 30 tahun ke bawah, biasanya pengeluaran untuk tanggungan keluarga belum seberat mereka yang sudah berusia 40-an. Inilah golden moment untuk menabung secara agresif.
3. Memanfaatkan Instrumen Investasi Syariah
Menabung di celengan ayam atau rekening biasa mungkin kurang efektif karena tergerus inflasi. Agar dana setoran awal cepat terkumpul, kamu bisa melirik instrumen investasi syariah yang minim risiko, seperti:
Emas (Logam Mulia). Harga emas cenderung naik dalam jangka panjang dan tahan inflasi. Kamu bisa mencicil emas lewat aplikasi digital syariah atau membelinya secara fisik.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskualatungkal.org
Reksa Dana Syariah Pasar Uang. Tingkat bagi hasilnya biasanya lebih tinggi dari tabungan biasa, likuid, dan dikelola secara syariah.






