Pokok-Pokok Pidato Perdana Khalil al-Hayya sebagai Pemimpin Hamas
Pemimpin baru Hamas itu menyatakan organisasinya akan berupaya membantu rakyat Gaza dan mewujudkan negara Palestina yang bersatu.
Khalil al-Hayya, pemimpin baru Hamas, menyampaikan pidato yang disiarkan melalui televisi kepada “rakyat Palestina yang teguh dan penuh kesabaran”.
Dalam pidato tersebut, ia berjanji membangun kembali Gaza, meringankan penderitaan rakyatnya, membebaskan para tahanan politik Palestina yang ditahan Israel, serta menyatukan Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem dalam satu “Palestina yang merdeka dan bermartabat.”
Berbicara di balik podium dengan mengenakan jas dan kemeja tanpa dasi, berlatar bendera Palestina dan Hamas, al-Hayya menyampaikan pidatonya yang disiarkan televisi Al-Aqsa TV pada Rabu. Ia mengatakan bahwa Hamas akan menentang segala upaya untuk memaksa rakyat Palestina keluar dari Gaza.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang berusaha mengakhiri apa yang disebutnya sebagai perang genosida Israel.
Baca juga: Pemimpin Baru Hamas Harus Jembatani Gerakan yang Terpecah Terkait Iran
Al-Hayya dipilih oleh Majelis Syura Umum Hamas pada Senin sebagai kepala baru biro politik Hamas setelah mengalahkan mantan pemimpin politik Khaled Meshaal dalam putaran pemungutan suara penentuan.
Ia menggantikan Yahya Sinwar, yang tewas dalam operasi militer Israel di Gaza pada 2024. Sejak kematian Sinwar hingga terpilihnya al-Hayya, Hamas dipimpin oleh dewan kepemimpinan yang beranggotakan lima orang, dan al-Hayya merupakan salah satu anggotanya.
Dalam pidatonya, ia menyerukan penghentian segera dan menyeluruh terhadap serangan Israel di Gaza serta memaparkan sejumlah prioritas Hamas. Berikut poin-poin utama pidatonya:
Menegaskan Kembali Tujuan Mendirikan Negara Palestina yang Bersatu
Al-Hayya mengatakan bahwa tujuan utama Hamas adalah mewujudkan negara Palestina yang mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Target tersebut telah menjadi tujuan resmi Hamas sejak diterbitkannya dokumen kebijakan yang direvisi pada 2017.
“Komitmen pertama dan utama kami adalah terus berjalan di jalan yang sama, mengibarkan panji perjuangan hingga berkibar di atas Masjid Al-Aqsa dan di tanah Palestina yang merdeka dan bermartabat, yang selama ini diperjuangkan oleh orang-orang merdeka dan tulus dari seluruh kekuatan serta faksi rakyat kami,” kata al-Hayya.
Dalam pidatonya, ia juga menyampaikan pesan kepada warga Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat.
“Salam untuk rakyat kami di Yerusalem yang diduduki, kompas dan jantung perjuangan kami, beserta Masjid Al-Aqsa, menara-menara masjidnya, dan gereja-gerejanya.”
Ia juga berkata: “Salam kepada Tepi Barat yang tetap teguh… Tepi Barat yang ingin dirampas dan di-Yahudikan oleh musuh merupakan amanah yang akan kami pikul selama kami masih hidup.”






