INTERNASIONAL

Pesawat Pengisi Bahan Bakar Militer AS Jatuh di Irak

Pejabat Komando Pusat AS mengatakan “insiden terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury

Jakarta (SI Online) – Sebuah pesawat militer pengisi bahan bakar milik Amerika Serikat jatuh di wilayah barat Irak pada Kamis, dalam sebuah insiden yang menurut US Central Command melibatkan pesawat lain, namun bukan akibat tembakan musuh maupun tembakan salah sasaran dari pihak sendiri.

Belum segera diketahui apakah ada korban. Seorang pejabat AS yang berbicara kepada Associated Press dengan syarat anonim—karena situasi masih berkembang—mengatakan pesawat KC-135 Stratotanker yang jatuh tersebut membawa setidaknya lima awak di dalamnya.

Amerika Serikat telah mengerahkan sejumlah besar pesawat ke Timur Tengah untuk ikut serta dalam operasi militer melawan Iran.

Dalam sebuah pernyataan, US Central Command mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya penyelamatan setelah pesawat itu jatuh. Pesawat kedua yang terlibat berhasil mendarat dengan selamat.

“Insiden ini terjadi di wilayah udara sekutu selama Operation Epic Fury, dan upaya penyelamatan masih berlangsung,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ini merupakan pesawat militer AS keempat yang jatuh sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Awal bulan ini, tiga jet tempur Angkatan Udara AS secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam insiden ‘friendly fire’. Semua awak pesawat tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan kursi lontar.

Sejauh ini tujuh tentara AS telah tewas dalam konflik perang AS–Israel melawan Iran. Sementara laporan Reuters pada Selasa menyebutkan hingga 150 tentara AS terluka.

Di pihak Iran, jumlah korban tewas telah melebihi 1.300 orang, menurut duta besar negara tersebut untuk United Nations.

Baik Presiden Donald Trump maupun Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah memperingatkan bahwa perang melawan Iran kemungkinan akan menelan lebih banyak korban jiwa dari pihak Amerika sebelum berakhir.

Enam dari tentara AS yang gugur sebelumnya tewas ketika drone Iran menghantam pusat operasi di sebuah pelabuhan sipil di Kuwait. Mereka adalah anggota cadangan Angkatan Darat yang bertugas dalam logistik, memastikan pasukan mendapatkan pasokan makanan dan peralatan.

Satu tentara Amerika lainnya meninggal setelah terluka dalam serangan 1 Maret terhadap ‘Prince Sultan Air Base’ di Arab Saudi. []

Sumber: The Guardian

Back to top button