OPINI

Pete Hegseth, Perang Salib di Pentagon

Lebih serius lagi, pada Desember 2025, DPR (House of Representatives) mengeluarkan Resolusi 935 (H.RES.935) “Impeaching Peter B. Hegseth, Secretary of Defense of the United States, for high crimes and misdemeanors” untuk memakzulkan Hegseth atas dua pasal: pembunuhan dan konspirasi pembunuhan serta penanganan informasi rahasia yang ceroboh.

Pasal pertama menuduh Hegseth memerintahkan serangan terhadap perahu kecil di Karibia dengan instruksi untuk “membunuh semua orang”, termasuk menyerang kembali korban selamat yang terombang-ambing di laut—tindakan yang dilarang keras oleh Hukum Perang. Pasal kedua menjabarkan bagaimana ia membocorkan rencana serangan rahasia di Yaman melalui grup chat Signal yang tidak aman, yang tanpa sengaja juga diikuti seorang jurnalis (lihat congress.gov, “H. RES. 935”, akses 14/3/2026).

Military Religious Freedom Foundation (MRFF), organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2005 untuk memastikan anggota Angkatan Bersenjata AS memiliki hak konstitusional mereka atas kebebasan beragama, mencatat sebanyak 200 keluhan tentang retorika “akhir zaman” (biblical “end times”) di kalangan komandan, bahwa ‘perang yang terjadi di Iran sekarang adalah bagian dari rencana ilahi dan kembalinya Yesus Kristus yang akan segera terjadi’ (Smith, 2026; Braun, 2026). Sesuatu yang berlawanan dengan visi MRFF, yakni ‘pemisahan gereja dan negara’ sekaligus menunjukkan terjadi ‘peningkatan ekstremisme Kristen di militer.’

Terakhir, David Smith di Guardian (8/3/2026) menyebut Hegseth sebagai ‘a very dangerous person’, sebuah ungkapan yang patut dipikirkan dan dievaluasi oleh Trump atau oleh orang Amerika sendiri. Hegseth digambarkan Smith sebagai pribadi “yang sombong, bombastis dan tidak kompeten untuk memandu militer AS melewati konflik di Timur Tengah.”[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button