#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Menhan AS Bantah Perang Iran Adalah Jebakan

Oleh: Joseph Gedeon di Washington

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, membantah bahwa perang AS-Israel melawan Iran merupakan sebuah “jebakan” (quagmire) meskipun biaya operasi tersebut telah menelan anggaran sedikitnya $25 miliar bagi Amerika Serikat.

Ia mengeklaim bahwa para pengkritik operasi militer tersebut justru menjadi ancaman yang lebih besar bagi keamanan nasional dibandingkan dengan ancaman dari pihak Iran sendiri.

Hegseth berada di bawah tekanan besar untuk menjelaskan strategi Washington dalam konflik tersebut saat ia tampil dalam sidang maraton bersama Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine.

Dalam sidang tersebut, Menteri Pertahanan meminta anggota parlemen menyetujui anggaran militer sebesar $1,5 triliun sekaligus menyindir beberapa pihak sebagai tantangan terbesar bagi upaya perang.

Ia menegaskan bahwa musuh utama saat ini adalah retorika pesimistis dari sebagian anggota Kongres yang menurutnya tidak muncul dalam naskah persiapan sidang resmi.

Anggota Demokrat, John Garamendi, meluncurkan kritik tajam dengan menyebut kepemimpinan Hegseth sebagai bentuk ketidakmampuan yang telah memicu bencana politik serta ekonomi di setiap level.

Garamendi memperingatkan bahwa presiden telah menjebak Amerika Serikat dalam kesalahan besar di Timur Tengah dan mendesak adanya solusi nyata untuk keluar dari situasi tersebut.

Menanggapi tuduhan tersebut, Hegseth balik mempertanyakan loyalitas para pengkritik serta menuduh mereka telah memberikan materi propaganda kepada pihak musuh.

Eskalasi Biaya dalam Bayang-Bayang Perang Masa Lalu

Pejabat keuangan Pentagon, Jules Hurst III, mengungkapkan bahwa estimasi biaya perang bagi AS telah mencapai $25 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan amunisi serta pemeliharaan peralatan.

Dua bulan setelah konflik dimulai, Hegseth kini membandingkan ketahanan dalam perang Iran dengan penugasan panjang di Vietnam, Irak, dan Afghanistan yang sebelumnya pernah ia kritik dengan tajam.

Ia menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran adalah pertempuran eksistensial demi keselamatan rakyat Amerika sehingga pemerintah tetap merasa bangga atas segala upaya yang dilakukan.

Di luar ruang sidang, teriakan para demonstran yang menyebut menteri dan jenderal tersebut sebagai penjahat perang terdengar menggema hingga ke lorong-lorong gedung Capitol.

Donald Trump menambah ketegangan dengan mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang provokatif sembari menuntut agar Iran segera bersikap lebih cerdas.

1 2Laman berikutnya
Back to top button