#Lawan IslamofobiaINTERNASIONAL

Politisi Muslim Abdul El-Sayed Menangkan Pemilihan Anggota Senat di Michigan

Jakarta Suaraislam.id — Pemilih Muslim Amerika merayakan kemenangan tipis Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan (primary) Senat dari Partai Demokrat di Michigan pada Rabu (05/08/2026).

Mereka menegaskan telah menemukan tempat dalam panggung politik Amerika Serikat di tengah meningkatnya retorika politik anti-Muslim, khususnya di wilayah Selatan.

Kemenangan Dr. El-Sayed melawan seorang anggota kongres berhaluan moderat yang didanai kelompok pro-Israel dan disokong elite partai terasa sangat manis di Michigan Timur, wilayah yang sejak lama menjadi pemukiman warga Arab dan Muslim Amerika.

Dr. El-Sayed, pria kelahiran Michigan putra dari imigran Mesir, berpeluang menjadi senator Muslim pertama di negara itu jika ia memenangi pemilihan umum pada November mendatang melawan mantan anggota DPR dari Partai Republik, Mike Rogers.

“Tumbuh sebagai seorang Muslim Amerika, Anda sering diminta untuk menyembunyikan identitas tersebut jika ingin maju,” ujar Bilal Baydoun (36), seorang penulis dan ahli strategi politik dari Dearborn, Michigan, pada Selasa malam di lokasi perayaan kemenangan Dr. El-Sayed di Detroit.

“Melihat beliau menyuarakan namanya dengan dada tegak — bahkan menyebutkan nama lengkapnya di berbagai kesempatan — terasa seperti sebuah gerakan revolusioner,” tegas Baydoun.

Lawan Dr. El-Sayed dalam primary, Anggota DPR Haley Stevens, menerima suntikan dana puluhan juta dolar dari sayap super PAC milik American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), kelompok lobi pro-Israel paling berpengaruh di AS.

Baca juga: Mengapa AIPAC Habiskan Banyak Dana untuk Lawan Abdul El-Sayed di Michigan?

Isu Israel, yang kerap dikritik oleh Dr. El-Sayed atas tindakannya di Gaza dan wilayah lain, menjadi garis pemisah utama dalam persaingan primary ini, sebagaimana yang terjadi pada 2024 ketika komunitas Muslim mengkritik Kamala Harris.

“Narasi Palestina kini mulai didengar, dan rakyat Amerika semakin terbuka matanya terhadap apa yang sebenarnya terjadi,” kata Tarek Khalil (41), seorang aktivis dan pengacara Palestina dari Chicago.

Nishi Rahman (26), seorang konsultan pelayanan kesehatan yang tinggal di Kota New York, mengaku mulai mengikuti rekam jejak Dr. El-Sayed sejak pencalonannya sebagai gubernur Michigan pada 2018.

“Dahulu saya tidak pernah berpikir ada tempat bagi saya di dunia politik sebagai anak Muslim yang tumbuh di sini,” ujar Rahman sembari mengenang sentimen anti-Muslim di AS pascaserangan teroris 11 September 2001.

“Kemenangan ini membuktikan bahwa kita sebagai Umat Islam memiliki tempat di sini. Kita bisa menjadi warga negara seutuhnya, menjadi pemimpin, dan kita sama berhaknya menjadi warga Amerika seperti siapa pun,” tambahnya.

1 2Laman berikutnya
Back to top button