Prabowo Jangan Pengecut, Putuskan Hubungan Dagang dengan Israel Segera
Sekali lagi bila Prabowo tidak berani memutuskan hubungan dagang dengan Israel, maka ia adalah presiden omon-omon. Presiden ‘pengecut’. Pandai pidato tapi ‘bodoh dalam pelaksanaan’. Rakyat Indonesia butuh pemimpin yang ahli dalam pidato dan ahli dalam pelaksanaan.
Akhirnya, Al-Qur’an mengingatkan,
ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُواْ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَنَهَوۡاْ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ
“Yaitu orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma‘ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”
Salah satu tugas pemimpin itu adalah melaksanakan amar makruf nahi mungkar. Amar makruf jarang ada risikonya. Nahi mungkar seringkali ada risikonya. Pemimpin sejati adalah mereka yang berani mengambil resiko dalam mencegah kemungkaran.
Kemungkaran yang dilakukan Yahudi Israel saat ini adalah kemungkaran yang ‘terbesar’ dalam sejarah manusia. Pemimpin-pemimpin Israel telah bersekutu dengan Iblis dan menjadi manusia drakula yang haus darah manusia. Wallahu azizun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






