#Darurat LGBTNASIONAL

Prof. Imas Kania: SDA Indonesia Jadi Incaran, Kerusakan SDM Melalui LGBTQ+ Harus Diwaspadai

Bogor (Suaraislam.id) – Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof. Dr. Imas Kania Rahman, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di tengah besarnya potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki bangsa. Menurutnya, Indonesia berpotensi menjadi sasaran berbagai kepentingan global sehingga generasi muda harus dipersiapkan agar mampu mengelola kekayaan alam tersebut.

Hal itu disampaikan Prof. Imas saat menjadi narasumber dalam Seminar “Edukasi Bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam Meningkatkan Kesadaran Moral dan Kesehatan Islami” yang diselenggarakan Organisasi Kemahasiswaan (ORMA) Fakultas Agama Islam UIKA Bogor di Aula FAI UIKA, Selasa (21/7/2026).

Dalam pemaparannya, Prof. Imas menceritakan pengalamannya ketika masih menempuh studi doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekitar tahun 2008. Saat itu, Rektor UPI Prof. Sunaryo Kartadinata, sepulang menghadiri kegiatan yang disebut berkaitan dengan riset Bank Dunia di Amerika Serikat, menyampaikan hasil proyeksi mengenai kondisi sejumlah negara pada tahun 2045–2050.

Menurut Prof. Imas, berdasarkan paparan yang disampaikan saat itu, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara yang dinilai memiliki peluang bertahan karena didukung dua faktor utama, yakni sumber daya manusia dan sumber daya alam yang memadai.

“Indonesia disebut memiliki dua kekuatan, yaitu sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup untuk menopang kehidupan penduduknya hingga 2045–2050,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam penjelasan tersebut juga disampaikan pandangan bahwa negara-negara yang dinilai tidak memiliki sumber daya alam memadai akan berupaya mencari sumber daya baru, termasuk melalui berbagai penelitian mengenai kemungkinan kehidupan di planet lain.

Prof. Imas mengaku mengikuti perkembangan berbagai publikasi ilmiah mengenai penelitian antariksa tersebut. Namun, menurutnya, isu tersebut kemudian meredup dan berganti dengan berbagai perkembangan global lainnya, termasuk pandemi Covid-19.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat menghadiri pertemuan bersama sekitar 2.600 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang, menurutnya, dihadiri Presiden RI beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, kata Prof. Imas, kembali dipaparkan hasil riset yang disebut menunjukkan posisi strategis Indonesia pada tahun 2045–2050.

“Dalam pemaparan itu disebutkan negara yang diproyeksikan mampu bertahan pada 2045–2050 adalah China di posisi pertama dan Indonesia di posisi kedua. Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk penemuan sumber daya baru di Papua yang hanya dimiliki Indonesia,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Prof. Imas mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan yang dinilainya dapat melemahkan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Info dari pakarnya bahwa sumber daya alam Indonesia akan semakin banyak dikuasai dan mereka berharap penduduk Indonesia tidak akan mampu mengolah sumber daya alam tersebut agar anak cucu kita nanti hanya menjadi penonton saja. Dan penikmat sumber daya alam adalah mereka,” ungkapnya.

“Jadi itu di tahun 2008 profesional mengatakan begitu. Sekarang saya menyaksikan betapa dirusaknya sumber daya manusia Indonesia, salah satunya akibat LGBTQ+,” tambah Prof. Imas.

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa salah satu tantangan yang perlu diwaspadai adalah berkembangnya perilaku LGBT yang,dapat berdampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia.

Terkait masalah LGBT di Bogor, ORMA FAI UIKA menyampaikan pernyataan sikap untuk mendesak Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pencegahan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S).

Seminar yang diselenggarakan ORMA FAI UIKA tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kepada mahasiswa mengenai bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam perspektif moral dan kesehatan Islami. []

Baca: ORMA FAI UIKA Bogor Tolak LGBTQ+, Desak Wali Kota Segera Terbitkan Perwali P4S

Back to top button