Raja Maroko Tunjuk Fatima El Mansouri Jadi PM Perempuan Pertama
Jakarta (Suaraislam.id) — Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama di negara tersebut. Penunjukan ini sekaligus menjadikannya sebagai perempuan kedua yang pernah menjabat sebagai perdana menteri di dunia Arab.
Istana Kerajaan Maroko dalam pernyataan resminya pada Selasa (29/9/2026) mengumumkan bahwa El Mansouri, yang kini berusia 50 tahun, ditugaskan untuk membentuk pemerintahan baru. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Tata Ruang dan Pembangunan Perkotaan serta Wali Kota Marrakesh.
El Mansouri menyatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa pengangkatannya merupakan sebuah “peristiwa yang benar-benar bersejarah”.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan memikul tanggung jawab untuk memimpin pemerintahan,” tegas El Mansouri pada Selasa (29/9/2026). “Ini merupakan sumber kebanggaan bukan hanya bagi saya, melainkan bagi seluruh perempuan Maroko.”
Penunjukan tersebut dilakukan empat hari setelah hasil pemilu parlemen diumumkan. Partai Keaslian dan Modernitas (Authenticity and Modernity Party/PAM), partai berafiliasi monarki yang dipimpin El Mansouri, meraih suara terbanyak dengan mengamankan 97 dari 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.
Namun, PAM belum mencapai 198 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas mutlak. Partai tersebut harus membangun koalisi untuk membentuk pemerintahan, yang menjadi tugas utama El Mansouri.
PAM, yang didirikan pada 2008 oleh sahabat Raja Fouad Ali El Himma, menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan seluruh partai. Meski demikian, sejumlah faksi seperti Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD) serta Federasi Kiri Demokratik memilih untuk tetap berada di jalur oposisi.
Koalisi pemerintahan baru ini nantinya akan mengarahkan alokasi investasi bernilai miliaran dolar untuk persiapan Piala Dunia FIFA 2030. Maroko ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Portugal dan Spanyol.
El Mansouri mencatatkan namanya sebagai perempuan kedua di dunia Arab yang menjabat perdana menteri, mengikuti jejak Najla Bouden yang memimpin pemerintahan Tunisia pada Oktober 2021 hingga Agustus 2023.
Latar Belakang Fatima Ezzahra El Mansouri
Fatima Ezzahra El Mansouri lahir di Marrakesh pada1976. Ia mempelajari ilmu hukum dan meraih diploma studi lanjutan dari University of Montpellier di Prancis, serta diploma hukum bisnis Anglo-Saxon dari New York University di Amerika Serikat.
Karier politik daerahnya dimulai sejak usia muda. Pada 2009, ia terpilih sebagai Wali Kota Marrakesh dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Usai menyelesaikan masa jabatan pertamanya, ia kembali terpilih memimpin Dewan Kota Marrakesh pada pemilu 2021. Ia juga mengatutkan pengalaman legislatif setelah terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat selama beberapa periode berturut-turut.






