Vokal Kritik Rezim, Rapper Terkemuka Maroko Mehdi El Youbi Ditangkap
Jakarta (Suaraislam.id)-Seniman, rapper, sekaligus sutradara film asal Maroko yang vokal secara politik, Mehdi El Youbi, dilaporkan telah ditangkap oleh aparat keamanan di Casablanca. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari setelah dirinya dilarang kembali ke Prancis, negara yang menjadi basis tempat tinggalnya sejak 2017.
El Youbi, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mehdi Black Wind, ditahan pada Senin malam setelah menjalani pemeriksaan oleh Brigade Nasional Polisi Yudisial Maroko di Casablanca. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi dari kelompok teman dan para pendukungnya.
“Setelah seharian menjalani pemeriksaan, keluarganya baru diberi tahu sekitar pukul sembilan malam bahwa ia telah resmi ditahan. Ia dijadwalkan akan dihadapkan ke jaksa penuntut umum pada hari Rabu,” sebut perwakilan pendukung dalam pernyataan tertulisnya.
Berdasarkan informasi terbaru, penangkapan sang seniman diduga kuat terkait erat dengan pandangan artistik serta berbagai unggahan kritisnya di media sosial.
El Youbi yang lahir pada tahun 1992 sangat dikenal luas di Maroko dan kawasan Afrika Utara karena lagu-lagu rap miliknya yang dipengaruhi oleh musik hip-hop Amerika Serikat. Ia mulai naik daun pada awal dekade 2010-an, bersamaan dengan momentum Musim Semi Arab (Arab Spring), melalui lagu-lagu yang memicu perhatian otoritas karena liriknya yang sarat kritik politik.
“Ketika saya kembali ke rumah, saya selalu merasa takut akan ditangkap atau dilarang keluar dari negara ini,” ungkap El Youbi saat diwawancarai oleh majalah musik Prancis, Mosaique Magazine, pada Desember 2025 lalu.
Ia juga menambahkan bahwa banyak pihak yang mencoba menjauhkan seni atau olahraga dari unsur politik. Namun, ia percaya bahwa setiap seniman yang berkomitmen, setiap aktivis, atau siapa saja yang berani mengambil risiko pasti hidup di antara keberanian dan rasa takut.
Jurnalis asal Aljazair, Maher Mezahi, melalui akun pribadinya di media sosial X menyatakan bahwa El Youbi merupakan salah satu rapper terbaik yang dimiliki oleh kawasan Afrika Utara saat ini.
Omar Radi, seorang jurnalis investigasi sekaligus aktivis hak asasi manusia Maroko yang sebelumnya pernah dipenjara karena mengkritik hakim, turut memberikan pernyataannya kepada Al Jazeera. Ia menegaskan bahwa El Youbi adalah sosok rapper Maroko yang paling vokal dan berani menyampaikan kritik politik secara langsung.
“Ada upaya yang disengaja dari otoritas untuk melenyapkan setiap celah kritik terhadap pemerintah maupun metode kepolisian. Penindasan ini menyasar masyarakat sipil, pers, kalangan seni, hingga kelompok suporter sepak bola,” tutur Omar Radi menjelaskan situasi di negaranya.
Penahanan El Youbi ini menambah panjang daftar represi setelah sehari sebelumnya jurnalis Ali Lmrabet juga ditangkap, yang kemudian mendapat kecaman dari Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ). Dua minggu sebelumnya, Zineb Kharroubi yang merupakan tokoh gerakan aktivis Generasi Z 212 juga dijatuhi hukuman percobaan enam bulan penjara karena dituduh melakukan penghasutan melalui media elektronik.
Seorang pendukung El Youbi menyatakan bahwa rentetan peristiwa ini mencerminkan peningkatan represi sistematis terhadap gerakan protes yang dipimpin pemuda sejak tahun lalu. Gerakan tersebut aktif menuntut perbaikan layanan kesehatan dan reformasi pendidikan di Maroko.
El Youbi dijadwalkan menghadapi jaksa penuntut umum pada Rabu pagi. Para pendukungnya mengaku sangat khawatir karena kemungkinan besar ia harus menjalani persidangan tanpa didampingi pengacara akibat aksi mogok kerja yang sedang dilakukan oleh asosiasi advokat di Maroko.[]
Sumber: Aljazeera.com






