Revolusi
Mengapa tokoh Islam ngotot dengan Piagam Jakarta?
Ya karena kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan umat Islam yang jumlahnya 90 persen lebih di sana
Wajar jika mereka menuntut ada kata Islam di UUD 1945
Begitulah tragedi proklamasi terjadi
Soekarno memang sejak 1930-an sudah mencitakan Indonesia
Yang sekuler meniru Kemal Attaturk 1924 di sana
Kasihan Soekarno sebenarnya
Waktu remaja ia sempat berguru kepada tokoh Islam Tjokroaminoto
Tapi ketika mahasiswa ia kuliah di ITB berguru kepada guru-guru besar Belanda yang ‘kebanyakan sosialis‘ ya
Mereka inilah yang akhirnya mempengaruhi pemikiran Soekarno mahasiswa
Sehingga ia tidak mau kata Islam tercantum dalam UUD 45
81 tahun kita merdeka
Kita bersyukur atasnya
Tapi kita juga harus mengikuti arus perkembangan dunia
Kemiskinan di negeri kita masih puluhan juta
Bahkan menurut Bank Dunia masih seratusan juta
Tapi pejabat-pejabat banyak yang kaya raya
Indonesia dan dunia perlu revolusi kedua
Revolusi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bersama
Membangun Indonesia dan dunia tanpa pedoman dari Yang Maha Kuasa
Ibarat membangun istana pasir yang gampang roboh ketika masanya
Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang masih otentik di dunia
Kitab-kitab suci lain sudah kotor, penuh dengan campur tangan manusia
Agama mereka adalah agama budaya
Pemimpin-pemimpin agamanya utak atik kitab suci sesuai seleranya
Sehingga banyak kata-kata aneh dan bertentangan di dalamnya
Bila Al-Qur’an dijadikan pedoman Indonesia dan dunia
Insya Allah adil makmur akan tercapai dengan cepatnya
Dengan syarat para pemimpinnya juga mengamalkan Al-Qur’an dengan sepenuh jiwa
Dalam bidang ekonomi, Al-Qur’an membangun jiwa dermawan sehingga yang muncul persaudaraan
Bukan riba yang mencekik orang miskin bila berhutan di sana
Dalam bidang pendidikan, Al-Qur’an membangun manusia yang shalih cerdas dan kreatif ya
Sehingga lahir manusia-manusia yang dengan sigap mampu memecahkan problematika bangsa
Dalam bidang politik, Al-Qur’an membangun manusia yang kritis untuk melakukan nasihat kepada penguasa
Para pejabat dilarang baper atau marah ketika datang kritik keras dari rakyatnya
Dalam bidang sosial, Al-Qur’an membangun interaksi yang positif antara laki-laki dan perempuan di sana
Budaya zina seperti yang terjadi di Barat, dihilangkan dengan sekuat tenaga
Dalam bidang media, Al-Qur’an mendorong adanya pers bebas dan bertanggungjawab. Pers memaparkan fakta atau mengritik penguasa adalah hal biasa
Dalam bidang militer, Al-Qur’an mendorong adanya perdamaian. Senjata-senjata militer yang canggih sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi karena itu menjadi alat peperangan. Dalam dunia internet sekarang ini ‘semua masalah’ antar negara bisa diselesaikan dengan segera.
Saatnya Al-Qur’an menjadi pedoman untuk Indonesia dan dunia
Saatnya Al-Qur’an menjadi panduan berpikir untuk semesta
Allah Maha Perkasa dan Allah Maha Bijaksana.
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik






