Segera Bebaskan Dokter Hussam Abu Safiya!
Sudah lebih dari 1.000 hari genosida dan 500 hari penahanan Abu Safia. Kita membutuhkan tindakan mendesak untuk mengakhiri keduanya.
Pada 10 Juni, Abu Safiya akhirnya terlihat di depan publik setelah lebih dari 500 hari menjalani penahanan yang brutal. Ia muncul melalui sambungan video dari Penjara Nafha dalam sidang Mahkamah Agung Israel di Yerusalem.
Tangannya diborgol dan kakinya dirantai. Tubuhnya tampak sangat kurus dan tidak sehat, tetapi sikapnya tetap tenang dan bermartabat.
Kurang dari sebulan kemudian, pengacaranya mengunjungi Abu Safiya di Penjara Nitzan. Sang pengacara bahkan kesulitan mengenali kliennya karena sang dokter mengalami pemukulan yang sangat parah dan beberapa kali hampir kehilangan kesadaran selama pertemuan.
Abu Safiya hanyalah satu dari ratusan tenaga medis Palestina yang ditahan Israel. Hingga kini masih ada 14 dokter, termasuk dirinya, yang mendekam di kamp tahanan dan penjara Israel. Dua dokter tidak pernah keluar hidup-hidup, sementara 1.700 tenaga kesehatan lainnya telah terbunuh.
Mengapa dokter dan tenaga rumah sakit Palestina ditangkap, ditahan, disiksa, bahkan dibunuh oleh Israel?
Selama puluhan tahun, pasukan pendudukan Israel telah menjadikan layanan kesehatan Palestina sebagai sasaran demi mendorong pembersihan etnis dan penghukuman kolektif. Tindakan ini melanggar hukum internasional dan merupakan bagian dari proyek kolonial pemukim mereka.
Apa yang disebut sebagai epistemicide (pemusnahan pengetahuan) oleh Israel bertujuan menghapus seluruh jejak pengetahuan, infrastructure, dan masyarakat sipil Palestina.
Untuk menutupi kejahatan tersebut, militer Israel berulang kali mengklaim bahwa rumah sakit di Gaza merupakan tempat persembunyian militer atau pusat komando kelompok perlawanan Palestina. Namun, hingga kini mereka belum mampu menghadirkan bukti independen yang dapat diverifikasi.
Saya sendiri telah bekerja di berbagai rumah sakit di Gaza selama 25 tahun, terutama di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Selama itu, saya tidak pernah sekalipun melihat bukti bahwa rumah sakit ataupun ambulans digunakan untuk tujuan militer.
Penangkapan, penyiksaan, dan perlakuan kejam terhadap tenaga medis Gaza bertujuan memaksa mereka memberikan pengakuan palsu mengenai penggunaan rumah sakit untuk kepentingan militer. Namun, upaya zionis itu gagal karena rekan-rekan saya tidak pernah menyerah dan tetap berpegang pada kebenaran.
Ada motif lain di balik penahanan dan pembunuhan massal tenaga kesehatan oleh Israel. Para dokter dan staf rumah sakit merupakan saksi langsung sekaligus pihak yang mendokumentasikan dugaan kejahatan perang Israel.
Sejak dimulainya genosida, dokter anak seperti Abu Safiya telah memperingatkan dunia bahwa Israel secara sengaja menjadikan anak-anak Palestina sebagai sasaran pemusnahan.
Apa yang selama ini mereka sampaikan akhirnya dikonfirmasi dalam laporan PBB yang baru diterbitkan. Laporan itu menyimpulkan adanya bukti jelas mengenai penargetan secara sengaja dan langsung terhadap anak-anak Palestina oleh Israel serta penghancuran hakikat masa kanak-kanak.






