Seribu Hari Perang Genosida, Faksi Perlawanan Palestina Serukan Persatuan Hadapi Israel

Gaza (Suaraislam.id) – Faksi-faksi perlawanan Palestina menyerukan penguatan persatuan nasional dan peningkatan perlawanan terhadap Israel saat memperingati 1.000 hari sejak dimulainya perang di Jalur Gaza.
Dilansir Pusat Informasi Palestina, Kamis (2/7) faksi-faksi tersebut menggambarkan konflik yang masih berlangsung sebagai perang berkepanjangan yang telah menyebabkan kehancuran besar dan memperparah krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Mereka menyatakan bahwa perang tersebut ditandai dengan penggunaan kekuatan militer secara besar-besaran oleh Israel. Namun, menurut mereka, Israel belum berhasil mencapai tujuan yang diumumkan sejak awal perang, termasuk upaya memindahkan penduduk Palestina maupun menciptakan realitas politik baru di lapangan.
Faksi-faksi itu menegaskan bahwa konfrontasi dengan Israel telah berlangsung sejak 1948. Mereka menyebut operasi militer yang berlangsung saat ini sebagai respons terhadap kebijakan Israel di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem, termasuk pembangunan permukiman serta pemberlakuan blokade.
Dalam pernyataan tersebut, mereka kembali menegaskan hak rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan. Mereka juga menyerukan peningkatan konfrontasi di Tepi Barat, Yerusalem, dan wilayah Palestina 1948 sebagai bentuk penolakan terhadap rencana aneksasi dan perluasan permukiman Israel.
Selain itu, faksi-faksi perlawanan menolak segala bentuk pengawasan atau kendali pihak luar terhadap Jalur Gaza. Mereka menegaskan bahwa pengelolaan Gaza merupakan urusan internal Palestina.
Mereka menyerukan pembentukan komite teknokrat yang bertugas mengelola berbagai urusan pemerintahan di Jalur Gaza, sekaligus mendesak dimulainya dialog nasional yang menyeluruh untuk menyatukan seluruh kekuatan politik Palestina dan membangun kembali lembaga-lembaga nasional.
Dalam kesempatan yang sama, mereka juga meminta negara-negara Arab dan Islam mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan perang, meningkatkan dukungan resmi maupun dukungan masyarakat terhadap perjuangan Palestina, serta menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel.
Di akhir pernyataannya, faksi-faksi tersebut menyampaikan penghormatan kepada para korban yang mereka sebut sebagai syuhada rakyat Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan wilayah Palestina 1948.
Mereka menegaskan bahwa pengorbanan para korban akan tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi Palestina pada masa mendatang. []






