Selama Entitas Israel Masih Eksis Penderitaan Palestina Tak Akan Berakhir
Jalan Islam dan Kesatuan Umat
Pandangan Islam yang kaffah menempatkan masalah Palestina bukan hanya sebagai isu kemanusiaan semata, tetapi sebagai isu keadilan, kedaulatan, dan pembelaan terhadap umat yang tertindas.
Kaum muslim harus bangkit dari kepingan politik internasional yang lemah. Umat harus berhenti pada narasi yang menunggu belas kasih internasional. Selama sistem global yang eksis masih memberi ruang bagi hegemoni kekuatan besar atas negara kecil, penderitaan Palestina akan tetap berlanjut. Dunia Islam harus membangun kekuatan sendiri yang nyata, bukan sekadar berharap belas kasih pihak lain.
Perlu kesadaran politik umat Islam untuk bersatu. Penderitaan Palestina akan berhenti ketika umat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan politik yang kuat, yang menjalankan hukum Allah dan memperjuangkan keadilan seluruh kaum muslimin. Hanya dengan kesatuan semacam ini, kekuatan dunia Islam akan dihormati di panggung global, dan penjajahan akan mendapat perlawanan yang sesungguhnya.
Penutup
Penderitaan Palestina adalah hasil akumulasi dari agresi struktural, hambatan bantuan, dan kelumpuhan politik dunia Islam. Hari demi hari, korban jiwa terus bertambah. Solusi internasional yang ada saat ini gagal memberikan jalan keluar yang adil secara fundamental.
Kapankah penderitaan Palestina akan berhenti? Jawabannya bukan sekadar tentang waktu. Tapi keputusan umat Islam sendiri untuk bangkit, bersatu, dan menegakkan kekuatan politik yang benar di bawah naungan Islam. Tanpa perubahan struktural itu, penderitaan Palestina hanya akan menjadi sejarah panjang yang tak berkesudahan. Wallahu a’lam bisÄ¥awab.
Agung Ratna, Aktivis Muslimah Peduli Umat.






