Semangat Beribadah di Sepuluh Terakhir Ramadhan
Kapan Lailatul-Qadar itu?
Untuk menentukan lailatul-qadar itu, timbul beberapa pendapat dari para ulama. Yang lebih kuat diantara pendapat-pendapat tadi adalah malam yang ganjil sesudah tanggal dua puluh bulan Ramadhan (malam 21,23,25,27 dan 29) dan yang lebih sangat diharap malam 27 Ramadhan.
Rasulullah saw bersabda:
عن ابن عمر قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مَن كان مُتَحَرِّيَهَا، فليترحها ليلةَ سبْعٍ وعشرينَ، رواه احمد
“Dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda, barangsiapa yang ingin mengintai malam qadar, hendaklah diintainya pada malam dua puluh tujuh,” (HR.Ahmad).
Rahasianya, lailatul-qadar tidak ditentukan supaya orang bersungguh-sungguh beramal ibadah karena mengharapkannya.
Saat penentuan awal Ramadhan tidak selalu seragam. Ada yang menggunakan metode rukyatul hilal, dan ada pula yang menggunakan hisab.
Perbedaan ini membuat penghitungan malam ganjil dan genap menjadi relatif.
Oleh karena itu, jika seseorang hanya fokus pada satu jenis perhitungan, ada kemungkinan melewatkan malam yang sebenarnya merupakan Lailatul Qadar.
Daripada hanya terpaku pada tanggal tertentu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Cara paling efektif untuk menjemput Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak ibadah di seluruh malam sepuluh hari terakhir Ramadhan, baik malam ganjil maupun genap.
Amaliyah lailatul qadar itu sejak maghrib sampai waktu fajar. Dianjurkan agar mendapat berkah malam qadar itu, shalat fardhu dan taraweh-witir berjamaah. I’tikaf utamanya di masjid. Ibadah-ibadah lainnya bisa dikerjakan di rumah terutama untuk kaum hawa. Tentu tidak harus semalam suntuk untuk beribadah.
Beberapa amalan yang dianjurkan meliputi:
- Melakukan itikaf di masjid.
- Shalat malam: shalat tahajud, shalat witir, shalat tobat dan lainnya.
- Zikir, istighfar, tahlil dan tasbih.
- Tilawah Al-Qur’an.
- Mengajar atau belajar agama.
- Memperbanyak doa dan sedekah.
Dengan menjalankan ibadah secara konsisten sepanjang sepuluh malam terakhir, seorang muslim tidak perlu khawatir melewatkan Lailatul Qadar. Peluang untuk meraih keberkahan malam mulia ini akan semakin besar. Wallahu a’lam.
Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.






