‘Speechless’ dalam Keagungan Allah
Dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu mengingat keagungan dan kebesaran Allah. Ketika kita menyadari keagungan Allah, kita menjadi speechless. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kebesaran dan keindahan ciptaan-Nya.
Bayangkan diri kita berdiri di depan laut yang luas, melihat keindahan alam yang begitu sempurna, atau mendengar suara adzan yang mengguncang hati. Dalam momen-momen seperti itu, kita menjadi tidak bisa berkata-kata. Kata-kata terasa tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan kita.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34). Ayat ini mengingatkan kita bahwa nikmat Allah begitu banyak sehingga kita tidak dapat menghitungnya.
Ketika kita speechless dalam keagungan Allah, kita dapat merasakan perasaan yang lebih dalam dan lebih intens. Kita dapat merasakan keindahan dan kebesaran ciptaan-Nya tanpa perlu mengucapkannya.
Rasulullah saw bersabda, “Dua kalimat yang ringan diucapkan, tetapi berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah, yaitu: ‘Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil azim'” (HR. Bukhari dan Muslim). Dua kalimat ini dapat membuat kita speechless dalam keagungan Allah.
Jadi, mari kita nikmati momen-momen speechless dalam hidup kita. Mari kita rasakan keindahan dan kebesaran ciptaan Allah tanpa perlu mengucapkannya. Dan mari kita terus mengingat keagungan Allah, sehingga kita dapat menjadi lebih dekat dengan-Nya. []
Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.