#Korupsi Kuota Haji 2024NUIM HIDAYAT

Surat Cinta untuk Gus Yaqut

Itulah keyakinan kita. Keyakinan ini harus kita pegang teguh. Meski kita pegang teguh keyakinan itu, kita diharamkan menzalimi pemeluk agama lain. Kita tetap bertoleransi kepada mereka. Tetapi kita harus berusaha, minimal berdoa agar mereka suatu saat dapat memeluk Islam. Agama yang pemeluknya dijamin surga oleh Allah, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an surat Ali Imran 85, ”Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Dengan memegang teguh Al-Qur’an ini insya Allah kita akan selamat dunia akhirat. Kita menjadi takut untuk melanggar larangan Allah, khususnya dosa-dosa besar, seperti mencuri, korupsi (mencuri dalam jumlah besar), berzina, membunuh tanpa alasan yang haq, musyrik dan lain-lain.

Bila kita tidak pegang teguh Al-Qur’an itu, maka kita bisa jatuh pada ‘relativisme’. Membenarkan semua agama, membenarkan semua nilai. Akhirnya menjadi tidak punya nilai. Sehingga memandang dunia ini adalah segalanya. Memandang dunia ini tempat untuk memuaskan nafsu diri. Menumpuk harta dan mungkin terjerumus ke dosa-dosa besar lainnya.

Maka saatnyalah kini Gus Yaqut kembali memegang teguh Islam. Banggalah menjadi pembela Islam. Banggalah menjadi dai Islam. Banggalah menjadi pejuang Islam.

Kalau memang Gus Yaqut pernah punya salah, maka segeralah bertobat. Segeralah beristighfar memperbaiki diri. Allah Maha pengampun dan akan mengampuni hambaNya yang benar-benar bertobat kepadaNya. Wallahu ghafurur rahim.

Semoga surat yang ringkas ini dapat dibaca Gus Yaqut atau para pembelanya. Semoga kita semua disatukan Allah dalam barisan pembela Islam dan disatukan dalam al Jannah bersama Nabi Muhammad Saw tercinta. Amiin. Wallahu alimun hakim. []

Depok, 9 Januari 2026

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button