#AQL Qurban CareIBRAH

‘The 10 Days Challenge’: Pantangan Potong Kuku dan Rambut, Apa Faedahnya?

Oleh: KH Bachtiar Nasir, Pembina AQL Qurban Care

Menjelang sepuluh hari pertama Zulhijah, ada satu amalan yang sering menjadi perhatian, yaitu larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang berniat berkurban berdasarkan hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda agar orang yang hendak berkurban tidak mengambil sedikit pun dari rambut dan kukunya.

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini mencakup seluruh bentuk penghilangan rambut dan kuku, yang menurut Imam an-Nawawi berarti tidak memotong, mencukur, mencabut, atau menggunakan cara apa pun untuk menghilangkan rambut dari seluruh tubuh. Bahkan kuku pun termasuk di dalamnya dan pendapat ini diperkuat oleh riwayat lain dalam Shahih Muslim yang secara tegas menyebutkan, “Janganlah ia mengambil rambut dan memotong kukunya.”

Memang ada sebagian ulama yang membatasi larangan ini hanya pada rambut kepala atau tubuh saja, namun pendapat yang lebih kuat menyatakan bahwa ketentuan tersebut mencakup rambut dan kuku secara umum. Hal ini juga dipahami dari praktik para sahabat dan tabiin, seperti riwayat dari Sa’id bin al-Musayyib yang menegaskan kembali hadis tersebut ketika mulai dilupakan oleh sebagian orang.

Mengenai hikmah di baliknya, para ulama, termasuk Imam an-Nawawi, menjelaskan bahwa tujuan larangan ini adalah agar seluruh anggota tubuh tetap utuh sebagai bentuk penghambaan total kepada Allah dengan harapan menjadi sebab pembebasan dari api neraka. Ini adalah simbol kesiapan diri untuk “ikut berkurban” secara maknawi, meskipun yang disembelih adalah hewan.

Namun, perlu dipahami bahwa jika seseorang melanggar larangan ini, baik secara sengaja maupun lupa, tidak ada denda (fidiah) yang wajib dibayar. Ia hanya dianjurkan untuk beristighfar kepada Allah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qudamah.

Akhirnya, The 10 Days Challenge ini bukan sekadar pantangan fisik, melainkan sebuah latihan spiritual untuk menahan diri, menjaga komitmen, dan menghadirkan kesadaran bahwa setiap bagian dari diri kita sedang dipersiapkan untuk mendekat kepada Allah. Momentum ini mengajarkan kita bukan sekadar tidak memotong, melainkan belajar untuk tunduk, disiplin, dan total dalam ketaatan.[]

Sumber: Al-Mufassal fi Ahkam al-Udhiyah, Syarah an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim, Al-Mughni

🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254 📸 IG: @aql.qurbancare 🌐 www.qurbancare.org

Back to top button