OASE

Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Menuju Kesempurnaan Iman

“Tatkala Allah memotivasi hamba-Nya dengan surga-Nya, Dia berfirman: ‘Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga’, tetapi tatkala Dia membolehkan mereka mencari kekayaan dunia, Allah berfirman: ‘maka berjalanlah di segala penjurunya’ [QS. Al-Mulk: 15]. Oleh karena itu, tidak seharusnya kedua perkara ini terjadi secara terbalik. Sangat ironis ketika mengejar dunia manusia berlomba-lomba, sementara kepada urusan akhirat mereka justru bermalas-malasan!” (Tafsirweb.com).

Faktanya, kini banyak manusia yang setiap saat menghabiskan waktunya hanya untuk berlomba-lomba mencari harta benda duniawi. Namun, tidak sedikit dari mereka yang nekat menabrak syariat Islam serta regulasi hukum yang berlaku melalui tindakan curang, korupsi, dan penipuan. Padahal, Rasulullah saw. telah memberikan peringatan yang sangat keras kepada para pemimpin yang korup dan khianat dalam sabdanya:

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin bawahannya, yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga atasnya.” (Muttafaq ‘Alaih).

Ancaman bagi pejabat dan pemimpin yang tega mencurangi serta menipu rakyatnya sama sekali bukan main-main. Balasan bagi tindakan culas tersebut adalah diharamkan masuk ke dalam surga. Naudzubillahi min dzalik.

Janganlah Jadi Orang Merugi!

Kita semua harus sadar bahwa hidup di dunia ini cuma satu kali saja. Karena itu, jangan sampai kita menjadi orang yang merugi di akhir perjalanan hidup kita. Kerugian tersebut akan berakibat fatal karena mencakup kerugian di dunia sekaligus kerugian di akhirat.

Agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang yang merugi, kita wajib memedomanani firman Allah Swt. berikut ini. Petunjuk luhur ini menjadi kunci keselamatan bagi setiap manusia.

Surah Al-‘Ashr Ayat 1-3:

وَالْعَصْرِ ۝١ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝٢ إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.”

Dalam ayat tersebut, Allah Swt. bersumpah bahwa seluruh manusia berada dalam kondisi merugi. Pengecualian hanya diberikan kepada orang yang beriman, beramal saleh, serta orang-orang yang aktif saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran. Berdasarkan petunjuk tersebut, ada empat kriteria utama manusia yang beruntung.

Pertama, orang yang beriman. Jika seseorang benar-benar beriman, dia akan yakin dan percaya sepenuhnya bahwa Allah Swt. itu Esa dan Maha Kuasa. Dia tidak akan pernah menurunkan derajatnya dengan meminta pertolongan kepada dukun, jin, setan, maupun kuburan keramat. Hal syirik tersebut dilarang keras sebagaimana yang ditegaskan Allah Swt. dalam firman-Nya:

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button