Tangis Haru dan Doa Iringi Pelepasan Santri Birrul Waalidain Bogor

“Dengan berbekal Al-Qur’an, iman, dan takwa, insyaallah mereka akan mampu menghadapi kehidupan dan zaman seperti apa pun,” katanya.
Memed juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Birrul Waalidain. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi, tetapi juga menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan yang jujur, adil, dan bermartabat.
“Mudah-mudahan putra-putri kita menjadi pemimpin bangsa dan negara ke depan. Pemimpin yang saleh, pemimpin yang jujur, pemimpin yang adil dan berwibawa,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan wali santri, Dr. Zahid Mubarok, menyampaikan kesan mendalam atas perjalanan pendidikan anak-anak mereka di Birrul Waalidain. Dalam sambutannya, ia mengenang saat pertama kali mengantarkan putra-putri mereka ke gerbang sekolah dengan berbagai kecemasan dan harapan.

“Rasanya baru kemarin kami mengantarkan anak-anak kami ke gerbang SD Birrul Waalidain dengan segala kepolosan mereka. Hari ini kami melihat mereka berdiri lebih dewasa, lebih berilmu, dan siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan para santri tidak terlepas dari peran para guru yang telah mendidik dengan kesabaran dan ketulusan.
“Bapak dan Ibu Guru tidak hanya mengajar, tetapi mendidik dengan hati. Kalian membentuk karakter anak-anak kami agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” kata orang tua dari Muhammad Ibnu Mubarok, santri kelas 6 SDIT.
Atas nama seluruh orang tua, ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para guru dan seluruh staf sekolah. Ia juga memohon maaf apabila selama proses pendidikan terdapat sikap maupun perkataan yang kurang berkenan.
Kepada para lulusan, Zahid berpesan agar tidak menjadikan kelulusan sebagai titik akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.
“Hari ini bukan akhir dari segalanya. Ini adalah gerbang awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Jangan pernah takut menghadapi masa depan,” pesannya.
Ia mengingatkan para santri untuk menjaga nama baik almamater, menegakkan salat, menghormati orang tua, menyayangi sesama, serta terus mencintai ilmu pengetahuan.






