Tangis Haru dan Doa Iringi Pelepasan Santri Birrul Waalidain Bogor

Bogor (SI Online) – Senyum, haru, dan rasa bangga menyatu dalam suasana Pelepasan dan Perpisahan Santri SDIT Angkatan XXI dan SMPIT Angkatan XII Birrul Waalidain I Bogor yang digelar di Gedung Sahala Mertua, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2026).
Mengusung tema “Mengukir Perpisahan, Menyongsong Masa Depan”, acara ini menjadi momentum istimewa bagi 75 santri yang berhasil menuntaskan pendidikan mereka pada tahun ajaran 2025/2026.
Sebanyak 47 santri SDIT dan 28 santri SMPIT mengikuti prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan keluarga. Di hadapan para guru dan orang tua, para santri yang dahulu datang dengan langkah kecil dan wajah polos kini berdiri dengan penuh percaya diri, siap melanjutkan perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sejak awal acara, suasana terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para santri menghadirkan ketenangan dan rasa syukur. Hafalan Al-Qur’an yang ditampilkan menjadi bukti bahwa pendidikan di Birrul Waalidain tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kedekatan dengan Kalamullah.
Suasana semakin mengharukan ketika para santri mempersembahkan lagu “Terima Kasih Guru”. Di tengah alunan lagu, tampak sejumlah guru dan orang tua menyeka air mata. Lagu itu seakan menjadi ungkapan tulus atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama selama bertahun-tahun.
Momen yang paling menyentuh terjadi saat para santri membacakan ikrar di hadapan seluruh hadirin. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, mereka berjanji akan menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, tidak meninggalkan salat, berbakti kepada kedua orang tua, menjadikan belajar sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, serta siap mengabdi dan berjuang untuk agama, bangsa, dan negara.
Ikrar tersebut disambut pekikan takbir dari para santri. Orang tua tampak terharu menyaksikan buah hati yang selama ini mereka dampingi tumbuh menjadi pribadi yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam.

Acara juga berlangsung meriah melalui kegiatan interaktif yang melibatkan para wali santri. Panitia menyiapkan hadiah khusus bagi orang tua yang hafal Surat Al-Kahfi dan Surat Yasin.
Dengan penuh semangat, wali santri yang berani tampil ke depan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an bersama para santri. Momen ini menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an di Birrul Waalidain tidak hanya menyentuh para siswa, tetapi juga keluarga mereka.
Ketua Yayasan Birrul Waalidain, Drs. H. Memed Jalaludin, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pendidikan sejatinya merupakan investasi jangka panjang untuk menghadapi masa depan. Ia mengutip pesan yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya mendidik anak sesuai dengan zaman yang akan mereka hadapi.
“Anak-anak kita yang hari ini lulus SD dan SMP akan menghadapi kehidupan 10 sampai 20 tahun yang akan datang. Ini adalah kewajiban kita semua, baik orang tua, keluarga, maupun lembaga pendidikan, untuk mempersiapkan mereka menghadapi zamannya,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan Birrul Waalidain tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta mampu menjawab tantangan kehidupan dengan bekal Al-Qur’an, iman, dan takwa.






