Tentara Israel Eksekusi Sopir Truk Bantuan Pangan di Koridor Philadelphi
Ia mengecam keras tindakan brutal tentara zionis yang menyasar warga sipil tersebut.
“Ini adalah eksekusi di tempat dan pembunuhan yang disengaja terhadap seorang sopir sipil yang telah mematuhi seluruh instruksi. Ahmad mengenakan rompi keselamatan berwarna oranye serta membawa seluruh izin, surat keamanan, dan dokumen koordinasi yang telah disetujui oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).”
Pihak perusahaan tempat Ahmad bekerja, Iyad Qamri Trading and Public Transport Company, juga merilis pernyataan senada. Mereka membenarkan bahwa Ahmad ditembak dari jarak dekat oleh tentara setelah patroli militer memerintahkan dua sopir turun.
Dokumentasi foto jenazah Ahmad Esleem saat tiba di rumah sakit memperlihatkan bukti kekejaman tersebut. Bagian kepalanya harus dibalut perban tebal akibat luka tembak serius yang dialaminya.
Ahmad Esleem wafat pada usia 30 tahun dan diketahui berasal dari wilayah Deir al-Balah. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak yang semuanya masih balita di bawah usia dua tahun.
Keluarga korban terpukul dan sedih atas kehilangan ini. Eyad Esleem selaku pemilik perusahaan sekaligus saudara Jihad Esleem, turut menyuarakan keprihatinannya.
“Para sopir berangkat dari rumah pukul tiga dini hari, meninggalkan istri dan anak-anak mereka, namun bisa saja kembali kepada keluarganya hanya sebagai jenazah.”
Ia menambahkan informasi mengenai kondisi keluarga kecil yang ditinggalkan oleh korban. “Ahmed meninggalkan bayi berusia satu bulan dan seorang putri kecil.”
Dampak psikologis dari teror penembakan ini langsung memengaruhi pekerja lainnya. Eyad menyebutkan bahwa sejak kejadian tersebut, lima orang sopir dari perusahaannya memilih untuk langsung mengundurkan diri.
“Mereka menyatakan tidak akan pernah lagi bekerja di perlintasan itu dalam keadaan apa pun. Mereka yang masih bertahan bukan karena ingin, tetapi karena terpaksa mencari nafkah untuk keluarganya.”
Versi IDF
Pihak IDF telah mengonfirmasi bahwa insiden penembakan tersebut memang benar-benar terjadi. Kendati demikian, juru bicara militer Israel memberikan kronologi resmi yang bertolak belakang dengan kesaksian warga.
Juru bicara militer Israel menyatakan: “Pada hari Rabu, pasukan IDF mengidentifikasi tiga sopir truk bantuan yang berhenti di Koridor Philadelphi dan keluar dari kendaraan mereka bertentangan dengan prosedur yang berlaku.”
Ketiga sopir truk tersebut kemudian langsung diamankan oleh petugas untuk menjalani proses pemeriksaan.
Menurut klaim sepihak IDF, pada saat bersamaan ada seorang sopir dari truk lain yang berhenti di pos pemeriksaan terdekat berlari menuju pasukan Israel.
“Pasukan menjalankan prosedur penangkapan terhadap tersangka dan setelah menganggap terdapat ancaman langsung, mereka melepaskan tembakan.”
Pihak militer menyatakan bahwa sopir tersebut hanya terluka dan telah memperoleh pertolongan pertama di lokasi. Korban kemudian dipindahkan melalui kerja sama dengan Palang Merah untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Pihak IDF menambahkan bahwa insiden penembakan di koridor perbatasan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan internal.






