INTERNASIONAL

Tentara Israel Eksekusi Sopir Truk Bantuan Pangan di Koridor Philadelphi

Ancaman terhadap Sopir Bantuan

Menurut penuturan Jihad Esleem, para sopir truk bantuan setiap harinya harus mengalami berbagai bentuk intimidasi di pos pemeriksaan. “Mereka dipukul, dihina, dipermalukan, dan dipaksa berdiri berjam-jam di bawah terik matahari.”

Ia juga mengungkapkan fakta bahwa setelah Ahmad ditembak, tentara pelaku penembakan sempat melontarkan ancaman kepada tiga sopir yang selamat. “Ia mengatakan bahwa mereka akan mengalami nasib yang sama seperti Ahmad.”

Bagi Jihad, ancaman verbal tersebut menjadi bukti kuat bahwa tindakan penembakan itu dilakukan dengan sengaja.

Asosiasi Perusahaan Angkutan Gaza dijadwalkan akan mengadakan rapat darurat pada hari Jumat. Pertemuan tersebut khusus membahas opsi penghentian seluruh operasi logistik di Perlintasan Kerem Shalom.

“Semua orang harus memahami bahwa sopir truk Palestina merupakan mata rantai terpenting dan titik kontak pertama antara pihak Israel dan Gaza. Mereka tidak boleh dihalangi menjalankan tugas ini,” kata Esleem.

Ia juga mengungkap fakta lain bahwa para sopir kerap menghadapi tekanan psikologis dari luar operasi militer. Mereka sering kali dipaksa untuk menyelundupkan barang-barang terlarang seperti rokok, baik oleh oknum tentara maupun para pedagang hitam.

“Saya meminta IDF bertanggung jawab atas terus berlangsungnya tindakan berbahaya ini, karena para sopir truk sama sekali tidak memiliki peran dalam penyelundupan.”

Sebagai bukti, ia menambahkan bahwa pada hari Rabu sempat terjadi upaya penyelundupan rokok di perbatasan. Barang ilegal tersebut disembunyikan di dalam komoditas buah nanas yang telah dilubangi secara sengaja.[]

Sumber: The Guardian

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button