Tunduk Syariat: Kunci Keberkahan Negeri
Sebaliknya, seluruh kebutuhan hidup rakyat terpenuhi, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, hingga keamanan.
Selain itu, rakyat bahu-membahu melaksanakan seluruh hukum syariat Islam kaffah, termasuk menjalankan aktivitas dakwah dan jihad sebagai politik luar negeri Madinah.
Penguasa tidak hanya wajib memperhatikan kebutuhan rakyat, tetapi juga harus menggunakan hukum syariat saat memenuhi kebutuhan tersebut.
Jika tidak menggunakan syariat, penguasa akan terjebak dalam sistem batil yang membinasakan, seperti sistem sekuler-kapitalisme yang mendorong pengambilan utang luar negeri ribawi.
Selain itu, penguasa dapat terjebak dalam sistem pajak yang membebani kehidupan rakyat atau tanpa sadar menjadi antek kekuatan asing yang mengeruk sumber daya alam (SDA).
Solusi hakiki hanya dapat terwujud ketika penguasa dan rakyat sama-sama tunduk serta menjalankan seluruh hukum syariat Islam kaffah dalam kehidupan. Dengan demikian, setiap solusi akan senantiasa diambil berdasarkan ketentuan hukum dari Allah Swt dan Rasulullah Muhammad saw.
Sebab, demikianlah teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw dan penduduk Madinah yang sama-sama tunduk pada perintah Allah Swt serta menjauhi larangan-Nya.
Sistem ekonomi, politik, hingga pertahanan dan keamanan negara dikelola berdasarkan aturan Islam kaffah. Kehidupan pun akan berjalan secara manusiawi, sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal, dan menenteramkan jiwa.
Negara dan rakyat akan terbebas dari tindak kriminal, perilaku LGBT, lilitan utang ribawi, kemiskinan, kelaparan, serta hegemoni asing yang menjarah SDA.
Oleh karena itu, syarat utama untuk terbebas dari seluruh belenggu kehidupan adalah tunduk pada syariat Allah Swt dalam seluruh aspek kehidupan.
Jika Allah Swt melarang riba, kita akan meninggalkan segala bentuk riba. Begitu pula jika Allah Swt melarang zina, kita tidak akan mendekatinya, apalagi melakukannya.
Ketaatan dan ketundukan penguasa maupun rakyat terhadap syariat Islam kaffah secara sepenuh hati dipastikan membawa kebaikan dan keberkahan bagi kehidupan umat manusia.
Untuk memperbaiki kehidupan pribadi, masyarakat, hingga negara, tidak ada jalan lain kecuali tunduk pada syariat Islam kaffah.
Ketundukan terhadap syariat inilah yang mengantarkan pada kebaikan dan keberkahan hidup yang sebenarnya. Allah Swt berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96).
Wallahu a’lam bish-shawabi. []






