INTERNASIONAL

Turun Gunung Bela Abdul El-Sayed di Michigan, Obama Tegaskan Politikus Muslim Itu Punya Visi Sama Dengannya

Jakarta (Suaraislam.id)–Barack Obama melontarkan kritik tajam atas tindakan “kekejaman dan korupsi” yang terjadi selama masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump. Kecaman ini disampaikan mantan presiden tersebut saat turun gunung berkampanye untuk memenangkan para kandidat Partai Demokrat di dua negara bagian Midwestern.

Obama menyampaikan pidato yang menyoroti kepemimpinan Trump pada hari Sabtu (24/10) dalam rapat umum kampanye pemilihan paruh waktu (midterm election) di Ohio. Ia secara khusus mengecam keras arah kebijakan luar negeri yang diambil secara sepihak oleh penerusnya tersebut.

“Presiden saat ini memilih untuk membuat serangkaian keputusan yang sangat buruk,” kata tokoh Demokrat berusia 65 tahun itu kepada massa di Cleveland. “Yang paling penting, ia memutuskan untuk secara sengaja memulai perang yang tidak perlu dan tidak pernah diminta oleh siapa pun,” tambahnya, merujuk pada agresi AS-Israel terhadap Iran.

Obama dengan berapi-api mendesak warga Ohio untuk menyalurkan hak suara guna melawan kebobrokan pemerintahan dari Partai Republik. Ia menyoroti kekacauan sistemik yang terus mendera di tingkat pemerintahan federal.

“Setelah dua tahun diwarnai kekacauan, kekejaman, korupsi, dan ketidakmampuan yang belum pernah kita lihat di era modern, Anda kini mendapat kesempatan emas untuk mengatakan, ‘Cukup sudah’,” tegas Obama.

Pada Sabtu malam, tur politik Obama berlanjut dengan bertolak ke Michigan untuk berkampanye secara masif. Di sana, ia berupaya mendongkrak popularitas kandidat Senat Abdul El-Sayed dan kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Jocelyn Benson.

Dalam rapat umum yang digelar di Detroit tersebut, ia membingkai pemungutan suara pada 3 November sebagai sebuah “pemutus sirkuit” bagi demokrasi. Langkah politik elektoral ini dinilai mutlak diperlukan untuk setidaknya mampu mengendalikan rentetan kebijakan keliru dari kepresidenan Trump.

“Kita sungguh belum pernah melihat seorang presiden yang begitu unggul dalam melakukan penipuan terang-terangan yang merugikan uang Anda seperti ini,” sindir Obama disambut riuh pendukungnya. “Kita juga belum pernah melihat seorang presiden yang begitu berniat menjual bantuan politik secara murahan seperti ini,” lanjutnya.

Ia menambahkan dengan lugas bahwa Partai Republik hari ini tampaknya hanya merepresentasikan wujud pemerintah yang korup, tidak kompeten, atau bahkan tidak ada sistem pemerintahan sama sekali. Obama juga menyempatkan diri untuk mencemooh klaim kemenangan sepihak pemerintahan Trump atas konflik melawan Iran.

Ia berpendapat tajam bahwa peperangan yang dikobarkan tersebut pada kenyataannya justru memberikan daya ungkit ekonomi yang jauh lebih kuat bagi Iran. Ancaman Teheran untuk menargetkan jalur pelayaran di Selat Hormuz dinilai telah membuat resah dan mengguncang stabilitas para pengekspor minyak global.

“Iran sekarang seolah memiliki hak veto mutlak atas aktivitas di Selat Hormuz, tempat sebagian besar minyak mengalir untuk dikirim ke seluruh dunia,” papar Obama menjelaskan efek bumerang kebijakan Trump.

1 2Laman berikutnya
Back to top button