HAJI UMRAH

Tutup TOT Fasilitator Diklat PPIH Pusat dan Embarkasi, Wamenhaj: Luruskan Niat Jadi Petugas Haji

Jakarta (SI Online) – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menutup kegiatan Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi di Asrama Haji Pondok Gende, Jakarta Timur, Kamis siang, 08 Januari 2026.

Sebelumnya, TOT yang diikuti oleh 179 orang peserta, yang terdiri atas pembina, narasumber, pemateri, moderator, fasilitator, serta pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri, serta peserta dari 15 embarkasi itu dibuka oleh Menhaj KH Mochammad Irfan Yusuf pada Senin (05/01/2026) lalu.

Baca juga: Menhaj Gus Irfan Buka TOT Fasilitator PPIH Pusat dan Embarkasi

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak kepada seluruh petugas haji untuk meluruskan niat sebagai petugas haji, yaitu melayani jemaah haji. Bukan ‘nebeng’ naik haji.

“Kita ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jemaah, bukan nebeng naik haji,” kata Dahnil.

Dahnil mengakui, sebagian petugas memang belum pernah menunaikan ibadah haji. Namun, hal tersebut tidak boleh menggeser fokus utama tugas mereka sebagai petugas haji.

Baca juga: Menhaj Optimis Pelunasan Biaya Haji Dua Hari ke Depan Capai 100 Persen

“Untuk itu kami akan pastikan niat utamanya terlebih dahulu itu adalah pelayanan terhadap jemaah,” kata dia.

Sebelumnya, Dahnil menegaskan bahwa salah satu kunci sukses penyelenggaraan haji 2026 M adalah di tangan para peserta TOT yang merupakan fasilitator Diklat Petugas Haji yang akan digelar mulai 10 Januari nanti.

“Nanti pada Ahad bapak ibu akan bertugas menyiapkan perangkat petugas haji, baik PPIH Pusat maupun Embarkasi,” kata Dahnil.

“Di tangan bapak ibu sekalian ini kualitas petugas haji yang akan bekerja di Tanah Arab ditentukan. Kami ingin apa yang diamanahkan oleh Presiden agar para petugas haji bertugas dengan sepenuh jiwa,” ingatnya.

Mengadaptasi Militerisme

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil juga menjawab kritikan menganai TOT Fasilitator PPIH dan Diklat Petugas Haji yang dilakukan dengan cara semimiliter.

Dahnil mengatakan, pihaknya memang ingin mengadaptasi nilai-nilai militer dalam pengelolaan haji dalam konteks para petugasnya dapat menyerap nilai-nilai disiplin, kekompakan dan rentang komando yang selama ini diajarkan di tubuh militer maupun kepolisian.

“Jadi jangan khawatir kalau dibilang ini militeristik. Kami ingin memenuhi ekspektasi publik dalam pelayanan haji,” ungkapnya.

1 2Laman berikutnya
Back to top button