Menhaj Optimis Pelunasan Biaya Haji Dua Hari ke Depan Capai 100 Persen
Jakarta (SI Online) – Menteri Haji dan Umrah RI KH Mohammad Irfan Yusuf mengaku optimis dalam dua hari ke depan pelunasan biaya haji jamaah reguler dapat mencapai 100 persen.
Gus Irfan -sapaan akrab Menhaj- mengungkapkan, hingga Rabu sore (07/01) kemarin, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) telah mencapai 95,42 persen untuk jamaah calon haji reguler. Sedangkan untuk jamaah calon haji khusus sekitar 96 persen.
“Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah dalam dua hari ke depan kita bisa mencapai 100 persen,” ungkap Menhaj Gus Irfan dalam Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis pagi (08/01/2026).
Gus Irfan mengatakan, kuota haji Indonesia untuk 2026 ini masih berjumlah 221.000 orang, dengan rincian 203.320 haji reguler (92 persen) dan 17.680 haji khusus (8 persen) atau sesuai Undang-undang Penyelenggaraan Haji.
terkait soal syarat isthita’ah kesehatan, Gus Irfan mengatakan jamaah yang telah melakukan pelunasan dipastikan sudah menjalani pemeriksaan kesehatan istitha’ah. Menurutnya, pada musim haji tahun ini, proses pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini juga untuk mengakomodasi permintaan dari Kementerian Haji Saudi agar jamaah haji yang berangkat benar-benar siap secara fisik, bukan hanya secara mental,” kata Irfan.
Meski demikian, ia memastikan layanan medis tetap menjadi prioritas utama pemerintah selama penyelenggaraan ibadah haji. Kesehatan jamaah, menurutnya, menjadi fokus dalam seluruh rangkaian persiapan.
“Petugas haji adalah perwakilan layanan negara kepada jamaah haji. Karena itu kita siapkan mereka selama satu bulan agar benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” kata dia.
Selain pelunasan, Irfan memastikan kesiapan petugas haji juga telah dipersiapkan secara matang. Proses rekrutmen petugas haji dilakukan secara terbuka dengan menjunjung prinsip bersih, jujur, dan transparan agar dapat diawasi oleh publik.
Sebelumnya, politisi Partai Gerindra yang juga Pengurus Pesantren Tebuireng, Jombang itu, kembali menegaskan bahwa penyelanggaraan haji 2026/1447 H ini merupakan agenda strategis pemerintah karena menjadi perhatiana seluruh umat Islam. Karena itu Kemenhaj telah menyiapkana sedini mungkin.
“Terutama ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jamaah, dan akuntabilitas. Sesuai permintaan presiden haji harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” kata dia. []
red: shodiq ramadhan






