#Bebaskan PalestinaOPINI

Umat Kristen Tidak Bersatu Mendukung Israel

Narasi Zionisme Kristen yang mengaitkan iman dengan dukungan kepada Israel memiliki kelemahan mendasar. Kaum Injili mulai menyadarinya.

Akibatnya, komunitas Kristen bersejarah di sana terusir dari tanah leluhur mereka dan harus berduka atas gugurnya para korban. Di Tepi Barat, para pemimpin gereja juga telah memperingatkan peningkatan serangan dari para pemukim ilegal Israel.

Sementara itu, Rossing Center mendokumentasikan 155 insiden kekerasan terhadap umat Kristen dan properti Kristen di Tanah Suci sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi bukti nyata adanya intimidasi yang sistematis.

Inilah sebabnya mengapa semakin banyak kaum Injili yang saya temui merasa tidak nyaman dengan teologi Zionisme. Mereka menolak penggunaan Kitab Suci untuk membenarkan tindakan kejam Israel.

Mereka tidak sedang meninggalkan bangsa Yahudi. Yang mereka tolak adalah penggunaan iman Kristen untuk menguduskan kebijakan yang merugikan sesama manusia serta membungkam gereja di tanah kelahirannya.

Mandat Alkitab yang sejati bukanlah kesetiaan buta kepada sebuah bendera atau kekuatan militer suatu negara. Mandat itu adalah menyampaikan kebenaran, menunjukkan belas kasihan, dan membangun perdamaian sejati.

Mandat itu adalah kasih tanpa pilih kasih kepada seluruh umat manusia. Hal ini merupakan penolakan untuk menyamakan perjanjian Allah dengan kekebalan manusia dari pertanggungjawaban moral.

Jika orang Kristen sungguh ingin memberkati masyarakat di Tanah Suci, mereka harus berani menentang setiap bentuk ketidakadilan. Dan jika mereka ingin memberkati gereja di sana, mereka harus mulai mendengarkan suara gereja tersebut sebelum keberadaannya benar-benar lenyap.[]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button