NASIONAL

Ustaz Fahmi Salim Luncurkan Buku Monumental “Haji: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan”

Spirit Tauhid dan Kebangkitan Umat

Peluncurkan buku “Haji: Dari Pemurnian Misi kenabian ke Revolusi Kebangkitan” di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (28/09/2026).

Dalam pemaparannya, Ustaz Fahmi Salim menjelaskan secara rinci landasan pemikiran di balik penyusunan buku tersebut.

Ketua Divisi Tabligh Global Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Periode 2022–2027 tersebut menegaskan bahwa substansi utama dari ibadah haji terletak pada Al-‘Ajju atau mengeraskan suara lantunan Talbiyah dan Al-Tsajju yaitu mengalirkan darah hewan kurban.

“Lantunan ‘Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syarika laka labaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syarika lak’ mengandung makna pembersihan total dari segala bentuk sekutu bagi Allah SWT. Kalimat ini adalah seruan proaktif seorang hamba dalam menyambut panggilan Allah,” ungkap Ustaz Fahmi.

Kandidat doktor Jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo itu mengingatkan, bekal utama yang harus dibawa oleh setiap jemaah haji adalah bekal ketakwaan yang bersifat holistik.

“Persiapan haji bukan sekadar urusan materi atau uang semata. Persiapan haji juga bukan sekadar mengurus kartu kuning pemeriksaan kesehatan. Kesempatan berhaji harus digunakan secara maksimal karena haji adalah ibadah yang dinamis, yang berpindah dan bergerak dari satu titik ke titik yang lain, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya,” jelas sosok yang juga menjabat sebagai Presidium Majelis Arah Indonesia (MAI) itu.

Ustaz Fahmi memungkas orasinya dengan menyerukan pentingnya umat Islam untuk kembali bangkit dengan panduan Al-Qur’an. Menurutnya, umat Islam yang telah terpecah-belah selama seratus tahun terakhir ini harus segera menggalang persatuan dan kebangkitan bersama.

“Penting bagi umat ini untuk bangkit kembali dengan Al-Qur’an. Umat yang selama seratus tahun terakhir ini terpecah-pecah harus segera bangkit, dan kebangkitan itu hanya lahir dari pribadi-pribadi yang menunaikan ibadah haji secara paripurna,” pungkas Ustaz Fahmi. []

red: shodiq ramadhan

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button