#Wabah CoronaINTERNASIONAL

Wabah COVID-19 di AS Terbesar: 205.438 Orang Terinfeksi, 4.528 Meninggal

Washington (SI Online) – Wabah virus corona COVID-19 di Amerika Serikat (AS) semakin parah. Saat ini, jumlah kasus atau orang yang terinfeksi sudah mencapai 205.438 kasus.

Dari angka itu, seperti dilaporkan worldometers.info, 4.528 di antaranya telah meninggal dunia.

Angka itu menjadikan Amerika sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia.

Sedangkan dari jumlah korban jiwa, terlihat bahwa kematian di Amerika sudah melampui angka kematian di China 3.312 orang dari jumlah kasus 81.554.

Gugus Tugas COVID-19 Gedung Putih sendiri memproyeksikan bahwa antara 100.000 hingga 240.000 orang di negara itu bisa meninggal akibat virus tersebut. Sedangkan proyeksi jumlah orang yang terinfeksi adalah jutaan orang.

“Ini akan menjadi periode dua minggu yang kasar,” kata Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers pada hari Selasa.

“Sebagai bangsa, kita akan mengalami masa dua minggu yang sangat sulit. Kekuatan kami akan diuji dan daya tahan kami akan dicoba,” lanjut Trump, seperti dikutip Fox News.

Saat kasus COVID-19 muncul di Amerika, Presiden Donald Trump meremehkannya dengan menganggapnya sebagai penyakit flu biasa. Namun, penilaian presiden kini berubah ketika wabah corona semakin parah di negara tersebut.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih hari Rabu (1/4/2020), Trump mengatakan bahwa “banyak orang” sebelumnya menyarankan Amerika Serikat membiarkan virus corona mengambil jalannya, seperti flu musiman.

“Biarkan, jangan lakukan apa-apa, biarkan saja dan anggap itu sebagai flu,” ucap Trump menirukan saran dari “banyak orang”. “Tapi itu bukan flu. Itu ganas,” katanya yang kini mengubah penilaiannya tentang COVID-19, sebagaimana dikutip AFP. []

Artikel Terkait

Back to top button