#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

Zionis Israel Gempur Gaza, Sedikitnya 32 Warga Terbunuh

Dalam pernyataannya, IDF mengatakan serangan tersebut merupakan respons atas insiden pada Jumat, ketika delapan pejuang Palestina teridentifikasi keluar dari sebuah terowongan di Rafah bagian timur, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Klaim tersebut langsung dibantah Hamas dengan menyebutnya “tidak benar dan menyesatkan”, serta menuduh Israel membuat “tuduhan yang tidak berdasar dan lemah” yang mencerminkan pengabaian terhadap para mediator, negara-negara penjamin, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses perdamaian yang lebih luas.

Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam serangan tersebut, mengambil langkah konkret untuk menghentikannya, meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel, serta mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “kebijakan impunitas” yang mendorong kekerasan dan kehancuran lebih lanjut.

Sehari sebelumnya, militer Israel mengumumkan penangkapan seorang komandan senior Batalion Rafah Timur Hamas dalam sebuah operasi di Rafah timur.

Dalam pernyataan itu disampaikan bahwa komandan tersebut ditangkap saat mencoba melarikan diri melalui terowongan, setelah bentrokan sebelumnya yang menewaskan tiga militan saat mereka keluar dari terowongan yang sama.

Disebutkan juga bahwa militer Israel, bersama badan keamanan dalam negeri Shin Bet, melanjutkan operasi di wilayah itu untuk melacak dan membunuh “teroris” lain yang melarikan diri.

Otoritas kesehatan Gaza pada Sabtu menyatakan bahwa sejak diberlakukannya gencatan senjata, 509 warga Palestina telah tewas dan 1.409 lainnya terluka akibat tembakan Israel. Dengan demikian, total korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai 71.769 orang, sementara 171.251 lainnya mengalami luka-luka.[]

Sumber: Xinhua

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button