NASIONAL

40 Hari Kematian Laskar FPI, Keluarga Masih Berharap Keadilan

Hendra mengaku, ia dan istrinya selalu teringat pesan Khadavi untuk senantiasa ingat akhirat sehingga tidak terlena dengan urusan dunia.

Terkait hasil investigasi Komnas HAM, Hendra tetap meyakini anaknya tidak bersalah. Soal kepemilikan senjata rakitan misalnya, ia yakin anaknya tidak memilikinya.

“Anak saya itu beli gorengan aja kadang patungan sama teman-temannya, kalau dikatakan punya senjata duit dari mana? anak saya itu ‘senjatanya’ kopiah sama baju koko,” tutur Hendra.

Oleh karena itu, kata Hendra, pihak keluarga tetap berharap adanya keadilan hukum.

“Kita ingin kasus ini diusut tuntas,” jelasnya.

Soal tuntutan keadilan ditulis juga di buku Yasin yang dibuat keluarga untuk mengenang Khadavi. Di buku yasin tersebut keluarga menuliskan:

Assyahid Khadavi adalah seorang anak kami yang sangat baik dan dicintai banyak orang, melalui tragedi penembakan yang terjadi di KM 50 Jakarta Cikampek dengan cara yang sangat keji dan tidak berkeprimanusiaan, memberikan luka dan rasa kehilangan yang sangat mendalam yang tidak dapat digantikan apapun di dunia ini.

Satu hal yang pasti dan selalu menenangkan hati kami adalah bahwa kebenaran dan keadilan akan terungkap karena Allah SWT selalu bersama kami.

Namun kami yakin dan percaya bahwa yang anak kami inginkan adalah kebahagiaannya di akhirat, itu yang selalu dia inginkan kepada kami, bahwa akhirat harus lebih utama dari segalanya, dalam membela agama Allah.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button