PARENTING

Relasi Pendidikan Keluarga dan Sekolah [Bagian 2]

Kurikulum Pendidikan Keluarga Islam

Pembahasan tentang pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pembahasan tentang kurikulum. Hal ini karena kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan, yang berfungsi sebagai pedoman dalam merencanakan dan mengarahkan proses pengembangan potensi peserta didik.

Ketika Islam memerintahkan agar pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, tentu Islam juga memberikan rambu-rambu yang harus diperhatikan dan ditempuh agar tujuan utama pendidikan, yaitu terbentuknya ketakwaan, dapat tercapai. Salah satu aspek yang diatur dalam ajaran Islam adalah kurikulum pendidikan Islam dalam ranah keluarga/pendidikan keluarga Islam.

Untuk mengetahui praktik kurikulum tersebut umat Islam harus melihat praktik pendidikan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Sebab, beliau adalah insan kamil atau manusia sempurna. Beliau adalah representasi sempurna dari ajaran Al-Qur’an dan Sunah. Hal ini menjadikan beliau “uswatun-hasanah” atau teladan yang baik dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam mendidik dan membimbing.

Baca juga: Relasi Pendidikan Keluarga dan Sekolah [Bagian 1]

Dalam tulisan berjudul, “Rasulullah Saw Sang Insan Kamil: Keteladanannya Mendidik Umat” telah penulis jelaskan bahwa Al-Qur’an menjadi dasar pendidikan yang diajarkan Nabi Saw dengan perhatian besar, terutama kepada anak-anak. Tujuannya agar sejak dini mereka mengenal Allah SWT dan meyakini Al-Qur’an sebagai firman-Nya.

Pendidikan ini diharapkan menanamkan ruh Al-Qur’an dalam jiwa anak, membentuk pikiran, hati, dan kepribadian yang Qur’ani. Anak yang dididik dengan Al-Qur’an sejak kecil akan tumbuh mencintainya, melaksanakan ajarannya, berakhlak sesuai nilai-nilainya, dan menjalani hidup berdasarkan petunjuknya.

Sedemikian penting Al-Qur’an menjadi dasar pendidikan sehingga Ibnu Khaldun menulis dalam Muqaddimah-nya:

اعلم أنّ تعليم الولدان للقرآن شعار الدّين أخذ به أهل الملّة ودرجوا عليه في جميع أمصارهم لما يسبق فيه إلى القلوب من رسوخ الإيمان وعقائده من آيات القرآن وبعض متون الأحاديث. وصار القرآن أصل التّعليم الّذي يبنى عليه ما يحصل بعد من الملكات. وسبب ذلك أنّ التّعليم في الصّغر أشدّ رسوخا وهو أصل لما بعده لأنّ السّابق الأوّل للقلوب كالأساس للملكات. وعلى حسب الأساس وأساليبه يكون حال من يبنى عليه.

“Ketahuilah bahwa mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan syiar agama yang senantiasa dipegang oleh umat Islam dan terus berlangsung di seluruh negeri mereka. Hal ini karena ayat-ayat Al-Qur’an dan sebagian matan hadis yang diajarkan sejak dini akan lebih cepat meresap ke dalam hati, sehingga mengokohkan iman dan akidah. Al-Qur’an pun menjadi dasar utama pendidikan, yang kemudian menjadi landasan bagi berbagai keterampilan lain setelahnya. Sebab, pendidikan di masa kecil lebih kuat tertanam dan menjadi fondasi bagi yang datang kemudian; apa yang pertama kali masuk ke dalam hati ibarat fondasi bagi bangunan kepribadian. Dan sesuai dengan fondasi serta metode yang digunakan, demikian pula kondisi orang yang dibangun di atasnya.”

Dengan demikian, kurikulum pendidikan keluarga Islam berdasarkan uraian di atas adalah kurikulum berbasis wahyu yang berorientasi pada pembentukan iman, akhlak, dan kepribadian Qur’ani, dengan Nabi Muhammad Saw sebagai model teladan dan Al-Qur’an sebagai pedoman utama.[]

Zuhaili Zulfa, Mahasiswa PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Bersambung ke bagian 3 (Kurikulum Pendidikan Keluarga Islam: dalam Praktik)

Back to top button