Raja Salman Umumkan Syekh Saleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan sebagai Mufti Agung Kerajaan Saudi
Jakarta (SI Online) – Kerajaan Arab Saudi secara resmi telah mengangkat Syekh Dr. Saleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan sebagai Mufti Agung (Grand Mufti) Kerajaan Arab Saudi, Ketua Dewan Siswa Senior, dan sekaligus Presiden Umum Presidensi Umum untuk Penelitian dan Fatwa, dengan pangkat Menteri.
Pengumuman itu disampaikan Raja Salman bin Abdulazziz Al Saud melalui sebuah dekrit yang dikeluarkan dengan nomor: A/111, tanggal 30/4/1447 AH.
Dilansir dari Gulf News, Kamis (23/10/2025), dekrit Raja Salman dikeluarkan pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Syekh Saleh Al-Fauzan menggantikan almarhum Mufti Agung Syekh Abdulaziz bin Abdullah Al Sheikh, yang wafat pada 23 September lalu pada usia 82 tahun.
Sosok Syekh Saleh bin Fauzan
Dilansir dari laman Facebook Inside the Haramain, Syekh Saleh bin Fauzan lahir di Ash-Shamāsiyyah, sebuah kota kecil di wilayah Al-Qassim, pada 1354 H (1935 M). Syekh Al-Fauzān tumbuh dan besar dikelilingi oleh orang-orang yang cinta Al-Qur’an dan pembelajaran.
Pendidikan awalnya dimulai di sekolah-sekolah lokal sebelum ia melanjutkan ke Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, di mana ia menyelesaikan gelar sarjana, master, dan doktor dalam Hukum Islam (Fiqh).
Tesis masternya berfokus pada hukum pewarisan, sementara disertasi mengeksplorasi putusan makanan yang diizinkan dan dilarang dalam hukum Islam.

Di samping studi akademiknya, ia mendapat manfaat dari para ulama besar seperti Syekh Abdullah bin Hamid dan Syekh Ibrahim bin Ubayd di Buraydah, dan kemudian dari Syekh Abdulazziz bin Baz di Riyadh.
Setelah lulus, Syekh Al-Fauzān memulai perjalanan seumur hidup dalam mengajar. Ia menjabat sebagai guru di Lembaga Pengetahuan Riyadh, kemudian di Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin, sebelum menjadi Direktur Lembaga Kehakiman Tinggi. Tahun-tahun pengabdiannya menghasilkan generasi hakim, sarjana, dan mahasiswa pengetahuan di seluruh Kerajaan.
Di samping karya akademisnya, Syekh Al-Fauzān telah menjabat selama beberapa dekade sebagai Imam dan Khatib dari Masjid Pangeran Mutaib bin Abdulazziz di Riyadh, di mana ia terus mengajar pelajaran dalam keyakinan, yudisium, warisan, dan studi Arab.
Suaranya dikenal di seluruh dunia Muslim melalui program radio Saudi yang sudah lama berjalan “Nuur ala al-Darb”, di mana penjelasan yang tenang dan ketaatan yang teguh terhadap bukti mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan jutaan pendengar.
Berdasar teguh pada metodologi Ahl al-Sunnah wal-Jama’ah, Syekh Al-Fauzān mengikuti jalan para ulama awal yang menggabungkan pengetahuan, kerendahan hati, dan keseimbangan.






