INTERNASIONAL

Anaknya Dibunuh Zionis Israel, Keluarga di Tepi Barat Berduka

Tepi Barat (SI Online) – Muhammad al-Hallaq, bocah berusia sembilan tahun, gugur ditembak oleh pasukan Israel pada 16 Oktober, meninggalkan keluarganya hancur karena kehilangan yang tak terbayangkan.

Kamis pagi hari, 16 Oktober, Muhammad al-Hallaq yang berusia sembilan tahun bangun untuk memulai hari lain di desanya yang kecil di selatan Hebron.

Ibunya, Alia, menyiapkan pakaian dan sarapan, lalu memasukkan tiga potong pizza tambahan ke dalam bekalnya untuk ia bagi dengan teman-temannya — seperti yang dimintanya.

Sepulang sekolah, Muhammad membawa pulang tas barunya, menaruh buku-buku dan catatannya di dalamnya, dan tampak bersemangat untuk membawanya kembali ke sekolah setelah akhir pekan. Ia makan sedikit, lalu keluar untuk melihat burung-burung, hal yang selalu ia sukai.

Seorang anak yang bahagia dengan hal-hal sederhana, dan penuh rasa ingin tahu terhadap dunia di sekitarnya.

Muhammad kembali ke rumah, bermain-main dengan buah zaitun, lalu pergi lagi untuk bermain sepak bola. Kali ini, siswa kelas empat itu tak pernah kembali. “Muhammad telah tiada”

Di toko kelontong, Alia menerima telepon.

“Itu paman Ahmad yang menelepon, menanyakan apakah ada bentrokan [dengan pasukan Israel] di daerah kami,” kenangnya. “Aku berteriak tanpa sadar, ‘Anakku Muhammad! Anakku Muhammad!’ Aku tak tahu kenapa, tapi naluri seorang ibu selalu benar.”

Kakak perempuan Muhammad, Mais (14 tahun), mendengar suara tembakan di sore hari dan segera berlari keluar.

Awalnya, Mais dan Alia diberi tahu bahwa bocah itu hanya terluka.

Alia bergegas ke rumah sakit setempat dan diberitahu bahwa anaknya terkena peluru.

“Mereka bilang kondisinya baik dan pelurunya akan segera dikeluarkan,” kata Alia. Namun kemudian ia mulai mendengar bisikan bahwa denyut jantung anaknya berhenti. Ia ingin melihat Muhammad, tapi tak diizinkan masuk ke ruang operasi sementara para dokter berjuang menyelamatkannya.

Tak lama, Alia mendengar suara panjang dan tajam dari monitor detak jantung. Muhammad meninggal — ditembak pasukan Israel yang beroperasi di desanya.

“Muhammad sudah tiada,” kata Alia lirih. “Dan bersamanya, semua kebaikan pun pergi.”

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button