INTERNASIONAL

Lembaga Kontroversial Dukungan AS-Israel GHF Akhiri ‘Operasi Kemanusiaan’ di Gaza

Gaza (SI Online) – Lembaga kemanusiaan bentukan AS yang kontroversial, Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang telah sembilan bulan beroperasi mengumumkan berakhirnya misi mereka di Gaza. Mereka mengklaim menyalurkan lebih dari 187 juta makanan gratis bagi warga sipil.

“Kami menghentikan operasi karena misi kami berhasil menunjukkan cara lebih baik menyalurkan bantuan ke warga Gaza,” ungkap Direktur Eksekutif GHF John Acree, Senin (24/11/2025).

Acree juga menyampaikan model bantuan yang dilakukan GHF kini diadopsi dan diperluas oleh Civil Military Coordination Center (CMCC) serta organisasi internasional lain setelah beberapa pekan diskusi.

Baca juga: BBC Ungkap Geng Motor Anti-Islam Kelola Keamanan Lokasi Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan penutupan GHF tidak mempengaruhi operasinya. “Kami tidak pernah bekerja dengan mereka,” kata Juru bicara PBB, Stephane Dujarric kepada wartawan.

GHF, yang didukung AS dan Israel sebagai pengganti UNRWA, sebelumnya dikritik karena gagal memenuhi target penyaluran bantuan yang disepakati.

Organisasi ini juga mendapat kecaman akibat serangan terhadap warga yang menunggu makanan di pusat distribusinya.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel 10 Oktober, 600 truk bantuan seharusnya masuk Gaza setiap hari, namun Israel belum mematuhi kesepakatan dan terus melancarkan serangan hampir setiap hari.

Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) bahkan mengecam keras operasi distribusi makanan di Gaza. Ia menuduh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) bertindak seperti “tentara bayaran” dan perangkap kematian sadis.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan bahwa skema distribusi yang disebut GHF adalah jebakan maut yang sadis, saat warga sipil ditembak ketika berebut makanan, dalam pernyataan pada Senin.

Ia menekankan bahwa “pemberian bantuan kemanusiaan bukanlah pekerjaan tentara bayaran.”

“Penembak jitu melepaskan tembakan serampangan di tengah kerumunan seolah-olah mereka mendapat izin untuk membunuh,” ujar Lazzarini, perburuan masal tanpa hukuman sama sekali.’

Dia mengatakan lebih dari 1000 orang kelaparan dilaporkan terbunuh saat mencoba mendapatkan makanan sejak akhir Mei.

GHF adalah organisasi Amerika yang didukung oleh Israel dan mulai beroperasi di Gaza pada akhir Mei setelah Israel memutus pasokan ke Gaza pada Maret, mengabaikan PBB dan LSM-LSM mapan lainnya.[]

Sumber: Anadolu

Back to top button