#Ramadhan 1447 HIBADAH

Jangan Lakukan Lima Kesalahan Ini Saat Ramadhan

Puasa Ramadhan yang disyariatkan Allah atas orang-orang beriman itu bukan sekedar menahan diri untuk tidak makan dan minum sejak fajar sampai maghrib, tapi juga menahan lisan, pandangan,pendengaran dan hati dari hal- hal yang dilarang, karena dapat merusak pahala puasa.

Tujuan akhir puasa Ramadhan adalah takwa kepada Allah Swt (QS. Al-Baqarah: 183). Konsekuensinya puasanya harus benar-benar baik sesuai sunnah Rasulullah saw.

Sudah seharusnyalah kita dalam berpuasa jangan menodai puasa Ramadhan dengan hal-hal yang dapat merusak pahala puasa.

Berdasarkan Ramadhan yang lalu ada beberapa kesalahan yang selalu berulang seolah tak mau tahu bahwa perilakunya di bulan suci ini menodai ibadah shaum Ramadhan. Antara lain kesalahannya:

1. Melakukan kemaksiatan

Sebagian orang yang berpuasa masih suka maksiat di bulan Ramadhan. Masih suka bohong, mengumpat, dan suka banget lihat konten porno di HP. Padahal ini jelas haram hukumnya. Walaupun puasanya sah tapi rusaklah pahala puasanya sehingga yang ia dapatkan hanya lapar dan haus. Sebagaimana sabda Nab saw,

من لم يدعْ قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

“Siapa yang berpuasa, namun tidak meninggalkan dan masih mengucapkan kebohongan dan tuduhan yang tidak benar, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari).

Subhanallah, itu peringatan tegas dari Allah. Allah Ta’ala tak butuh kepada orang yang puasa tapi masih tukang pembohong, tidak jujur, dan kemasiatan lain yang haram dilakukan oleh setiap muslim.

2. Berakhlak buruk

Disyariatkannya puasa Ramadhan agar menjadi orang yang bertakwa. Untuk itu seorang yang berpuasa jangan berakhlak buruk seperti: cepat emosi, mudah tersinggung, usil berteriak-riak، galak terhadap keluarga, sering mengumpat orang lain serta perilaku keras dan kasar lainnya.

Maka, ini semua bertentangan dengan hikmah dilaksanakannya puasa. Sebagaimana hadits Rasulullah saw,

والصيام جُنَّة، فإذا كان يوم صوم أحدِكُم فلا يَرْفُثْ ولا يَصْخَبْ فإن سَابَّهُ أحَدٌ أو قَاتَلَهُ فليَقل: إنِّي صائم

“Puasa adalah perisai. Maka, pada hari salah seorang kalian berpuasa, janganlah ia bicara kotor dan jangan teriak-teriak (memancing keributan). Jika seseorang mencela atau memusuhinya, hendaknya ia mengatakan, ‘Aku sedang puasa.” (HR. Al-Bukhari).

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button