Momentum 17 Ramadhan, Forum Studi Sosial Politik Diresmikan
Bogor (SI Online) – Bertepatan dengan momentum istimewa dalam kalender Islam, 17 Ramadhan yang diperingati sebagai hari turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an), Forum Studi Sosial Politik (FSSP) secara resmi kiprahnya diresmikan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (08/03/2026).
FSSP dipimpin oleh seorang wartawan senior sekaligus aktivis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Nuim Hidayat. Seorang cendekiawan lulusan IPB Bogor dan Universitas Indonesia (UI).
Sebelumnya diresmikan, Direktur FSSP sendiri selama ini telah mengeluarkan artikel-artikel seputar isu sosial, politik dan agama yang dipublikasikan melalui website Suaraislam.id.
Dalam sambutannya, Nuim mengatakan lembaga yang dipimpinnya akan melakukan sejumlah aktivitas ilmiah seperti kajian-kajian, diskusi, penelitian, penerbitan artikel dan buku.
“Kita juga akan lakukan pelatihan-pelatihan politik dan kepemimpinan Islam,” kata Nuim saat menyampaikan sambutan, Sabtu petang (07/03/2026).
FSSP, lanjut Nuim, hadir untuk mengisi minimnya lembaga kajian yang fokus pada isu sosial dan politik Islam.
“Tidak banyak ilmuwan, cendekiawan atau aktivis Islam yang peduli dan bergerak di bidang ini. Kita hadir untuk mengisi kekosongan itu,” kata dia.

Politisi senior sekaligus mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban, yang menjadi narasumber peluncuran FSSP, menyampaikan perjalanan politik Islam Indonesia sejak era sebelum kemerdekaan hingga saat ini. Intinya, dibandingkan dengan kondisi di sekitar kemerdekaan hingga era ’50-an, kondisi politik Islam Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Secara filosofis, Menteri Kehutanan periode 2024-2009 itu menyebut, belum terwujudnya kekuatan politik Islam saat ini karena umat Islam tidak kompak.
“Karena setiap shalat disuruh rapatkan shaf, barisannya nggak pernah rapat. Itulah kondisi hari ini politiknya orang Islam,” ungkap Kaban, yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat.
Kaban mengatakan, kondisi politik Islam ke depan tergantung pada kemampuan kekuatan politik Islam saat ini untuk membangun kebersamaan.
Sebelumnya, MS Kaban juga bicara soal peran tokoh-tokoh Islam, terutama tokoh-tokoh Partai Masyumi, di sekitar awal kemerdekaan Republik Indonesia. Karena tokoh-tokoh Islamlah yang telah bersidang dan berdebat saat penyusunan UUD, Kaban mengajak umat Islam agar sangat peduli dengan UUD 1945. “Di sidang PPKI itu, tokoh-tokoh Islam kalau bersidang menggunakan dalil-dalil,” kata Kaban.
Peluncuran FSSP dihadiri sejumlah aktivis dakwah dari berbagai organisasi dari wilayah Depok dan Bogor. []
red: shodiq ramadhan






