NUIM HIDAYAT

Lebih Asyik Menulis Menggunakan Pikiran Sendiri daripada dengan AI

Oleh: Nuim Hidayat, Penulis, Redaktur Suaraislam.id.

Aktivitas menulis kini bukan lagi menjadi sebuah barang mewah bagi sebagian besar masyarakat.

Bila dahulu menulis memerlukan keahlian khusus dan pengalaman yang panjang, kini dengan bantuan Artificial Intelligence (AI), menulis hanya memerlukan kode perintah khusus.

Bahkan dengan bantuan teknologi AI tersebut, hasil tulisan kadang kala bisa menjadi terasa lebih mendalam dan menarik.

Namun, bagaimanapun juga AI hanyalah sebuah mesin yang bahasanya sangat gampang ditebak, kaku, serta kurang halus.

Bagi mereka yang sudah terbiasa menulis, menulis dengan bantuan AI justru membuat seperti ada sesuatu yang kurang karena kita akan merasa bahwa karya tersebut merupakan buatan mesin dan bukan karya murni kita sendiri.

Menulis dengan pikiran sendiri terbukti menjadikan kita jauh lebih serius, lebih menantang, dan lebih menyita pikiran.

Apalagi pada zaman dahulu ketika mesin pencari Google belum muncul, seorang penulis harus membuka-buka buku, koran, majalah, atau media cetak lainnya untuk menambah bobot tulisan.

Namun, menulis dengan jerih payah yang besar seperti itu justru menjadikan aktivitas menulis mempunyai kepuasan tersendiri.

Bila sebuah tulisan atau artikel telah selesai kita kerjakan, perasaan kita seketika menjadi sangat plong.

Tubuh kita seperti mengeluarkan hormon tertentu yang membuat kita merasa puas atau lega, maka jangan heran jika dahulu ada nasihat bahwa menulis itu menyembuhkan dan melegakan.

Kini dengan adanya AI, aktivitas menulis justru menjadi tidak menantang karena AI memproses segalanya dengan mudah, yang tidak menjadikan kita lega setelah selesai menulis.

Kita menjadi tidak memiliki pengalaman berharga tentang asyiknya mencari informasi serta asyiknya membuka-buka buku maupun majalah.

Karena itu, meskipun sekarang AI sangat mudah digunakan, sebaiknya para penulis tetap konsisten menulis dengan pikirannya sendiri.

Kita mesti menempatkan AI layaknya Google yang hanya membantu kita mencari informasi, bukan membantu kita untuk menulis atau memperbaiki tulisan.

Anak-anak muda mesti dilatih terlebih dahulu untuk menulis yang bagus sebelum mereka mulai dilatih menulis dengan bantuan teknologi AI.

Bila mereka belum bisa menulis dengan bagus tetapi sudah mengetahui AI, maka mereka akan cenderung mencari jalan pintas menulis dengan AI, dan hal ini sekarang banyak terjadi pada penulis muda.

Padahal menulis dengan menggunakan AI sangat mudah untuk dicek di mesin pendeteksi AI mengenai berapa persen tulisan kita yang dibantu oleh AI.

1 2Laman berikutnya
Back to top button