Indonesia Siapkan 8.000 Anggota TNI ke Gaza
Jakarta (SI Online) – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Indonesia menyiapkan 8.000 prajurit sebagai Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force) di Gaza, Palestina.
Menurut Sjafrie, Indonesia awalnya siap untuk mengirim sekitar 20 ribu prajurit. Namun, ternyata negara-negara lain berencana hanya mengirim ratusan prajurit saja.
“Kalau kita siap, yang paling ideal kita siap 20.000. Tetapi ternyata negara-negara lain itu cuma ngirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000,” kata Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/03) seperti dilansir CNN Indonesia.
Meski demikian, Sjafrie menegaskan pengiriman prajurit itu menunggu dinamika di Board of Peace (BoP). Ia belum bisa memastikan waktu pengiriman prajurit itu.
“Presiden sudah menginstruksikan kepada kami untuk mempersiapkan pasukan, dan ini sedang, sudah, dan kita siap untuk berangkat, tetapi kita menunggu perkembangan dari BOP. Ini yang masih saya belum bisa memastikan karena dinamikanya sangat tinggi,” katanya.
Terkait dinamika di BOP, Sjafrie mengatakan Indonesia mengedepankan kepentingan nasional. Ia juga menyebut keterlibatan TNI dalam misi internasional juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
“Kepentingan nasional ini adalah amanat dari konstitusi kita, yaitu kita harus melindungi tumpah darah Indonesia. Kalau kita memberangkatkan pasukan kita ke tugas-tugas internasional seperti apa yang tersirat di dalam pembukaan UUD ini juga kita harus perhatikan betul yang menyangkut dengan kemanusiaan,” kata Sjafrie.
“Jadi, tugas yang kita laksanakan itu tidak bisa kita hanya berpikir tugas-tugas dalam rangka menghadapi suatu konflik, tapi kita juga harus berpikir kemanusiaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sjafrie juga menyatakan bahwa Indonesia bakal membuktikan ke dunia terkait penunjukan sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF). Menurut Sjafrie, potensi para perwira TNI dinilai mampu memenuhi amanah tersebut.
“Jadi potensi dan achievement itu akan kita tunjukkan secara internasional. Makanya kita mengusulkan bahwa ada perwira tinggi kita yang bisa ikut mendampingi di dalam ISF,” ujar Sjafrie, seperti dilansir Kompas.com.
Saat ditanya siapa sosok Wakil Komandan ISF, Sjafrie enggan mengungkapkan. Pasalnya, penunjukan Wakil Komandan ISF merupakan urusan Panglima TNI Agus Subiyanto. “Jangan dulu dong. Itu kan urusannya Panglima,” tegasnya.






