#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Jubir IRGC: Rudal Iran yang Diproduksi Setelah “Perang 12 Hari” Belum Digunakan

Teheran (SI Online) – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Mohammad Naeini, mengatakan, sejumlah besar rudal yang diproduksi Iran setelah “perang 12 hari” masih belum digunakan, seraya menegaskan bahwa operasi rudal Iran saat ini sebagian besar masih mengandalkan persediaan lama.

Naeini menyatakan bahwa sebagian besar rudal yang saat ini diluncurkan Iran “diproduksi sekitar satu dekade lalu,” yang menunjukkan bahwa sistem-sistem yang lebih baru yang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar masih belum digunakan.

Ia menekankan, Iran memiliki kedaulatan penuh atas Selat Hormuz yang strategis, dan memperingatkan bahwa Teheran tidak akan membiarkan para musuhnya memanfaatkan keuntungan dari jalur laut penting tersebut.

Tantang Naeini Trump

Menanggapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Naeini menantang klaim Washington mengenai kemampuan angkatan laut Iran.

“Bukankah Trump mengklaim bahwa ia telah menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran? Kalau begitu, biarkan dia membawa kapal perangnya masuk ke Teluk jika dia punya keberanian,” kata Naeini.

Salah perhitungan intelijen tentang perang Iran

Naeini juga berpendapat bahwa penilaian intelijen Amerika salah memperkirakan skala dan sifat perang dengan Iran, dengan menyebut Washington mengira perang tersebut akan singkat dan terbatas, bukan konflik yang meluas ke wilayah geografis yang lebih besar.

Menurut pejabat IRGC tersebut, perkiraan Amerika juga mengasumsikan bahwa perang akan dengan cepat memicu kerusuhan internal di Iran dan menghasilkan koalisi internasional luas melawan negara itu.

Ia menambahkan bahwa para analis AS juga memprediksi bahwa Iran akan mengalami keruntuhan politik setelah kemungkinan pembunuhan Pemimpin Republik Islam, Ali Khamenei, sesuatu yang menurut Naeini tidak terjadi.

Sebaliknya, ia mengatakan bahwa “pemimpin ketiga Revolusi memasuki arena dengan semangat yang sama dalam menghadapi kesombongan dan dengan wacana perlawanan yang sama,” yang menurutnya memperkuat ketahanan Iran selama konfrontasi tersebut.

Sebelumnya pada Ahad, media Israel melaporkan bahwa Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal Sijjil dalam konfrontasi saat ini, yang memiliki jangkauan sekitar 2.500 kilometer.

Iran memiliki arsenal rudal yang sangat besar dan beragam, termasuk sistem berbahan bakar padat dan cair, serta berbagai kendaraan masuk kembali (reentry vehicles) yang dilengkapi hulu ledak tunggal maupun hulu ledak klaster. Rudal-rudal ini dirancang untuk berbagai peran operasional pada jarak dan profil misi yang berbeda.

Beberapa sistem canggih yang dikembangkan Iran masih belum dikerahkan dalam konfrontasi yang sedang berlangsung, termasuk rudal balistik Haj Qassem Ballistic Missile. []

Sumber: Al Mayadeen English

Back to top button