#Ramadhan 1447 HDAERAH

Keutamaan Bekerja bagi Muslim: Ikhtiar Menjemput Rezeki dan Bagian dari Ibadah

Bogor (SI Online) — Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Ustaz Hambari MA Ph.D, menegaskan bahwa bekerja memiliki keutamaan besar dalam Islam karena merupakan bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam menjemput rezeki sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Hambari usai pelaksanaan salat Subuh pada Senin (16/3/2026) di Masjid Ibn Khaldun Bogor.

Dalam tausiyahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 84 yang menjelaskan bahwa setiap manusia berbuat sesuai dengan keadaan, kemampuan, dan potensi yang dimilikinya.

Menurut Hambari, ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi bekerja sesuai bakat dan kemampuannya masing-masing. Hal ini juga dijelaskan dalam tafsir Hamka dalam karya Tafsir Al-Azhar, yang menyebutkan bahwa manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Bekerja bukan sekadar mencari materi, tetapi juga bagian dari ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT,” ujar Hambari.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat ibadah mahdhah seperti salat, namun bekerja dengan cara yang sesuai dengan aturan Allah juga merupakan bentuk ibadah yang dapat mengundang keridaan-Nya.

Karena itu, ia mendorong umat Islam untuk bekerja sesuai kemampuan masing-masing dengan niat karena Allah, dilakukan secara jujur, serta memastikan pekerjaan tersebut halal.

“Silakan bekerja sesuai kemampuan. Yang penting niatnya karena Allah, dilakukan secara jujur, sebaik-baiknya, dan dari sumber yang halal,” katanya.

Hambari juga mengingatkan agar dalam dunia kerja tidak ada sikap saling merendahkan atau merasa lebih baik dibandingkan profesi orang lain. Menurutnya, dalam pandangan Allah semua profesi memiliki kedudukan yang sama selama dilakukan secara halal.

“Apapun profesinya, di hadapan Allah semuanya sama. Yang paling mulia adalah yang paling bertakwa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa umat Islam juga tidak boleh meremehkan jenis pekerjaan apa pun. Selama pekerjaan tersebut halal dan dilakukan dengan baik, maka pekerjaan itu tetap memiliki nilai kemuliaan.

Dalam kesempatan itu, Hambari juga menyinggung peran perempuan dalam bekerja. Menurutnya, tidak seharusnya ada sikap saling meremehkan antara perempuan yang bekerja di luar rumah dengan yang memilih berperan di rumah.

“Perempuan yang bekerja di rumah membantu keluarga juga mulia. Demikian juga perempuan yang bekerja di luar selama menjaga aturan-aturan Allah,” katanya.

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button