Orang Beriman Harus Miliki Visi Misi Akhirat Tanpa Lupakan Dunia

Bogor (SI Online) – Pembina Masjid Ibn Khaldun Bogor, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, menegaskan bahwa orang beriman memiliki visi dan misi hidup yang berbeda dengan orang-orang di luar Islam.
Terkait visi misi, Kiai Didin mengutip firman Allah dalam Surah Al-Qasas ayat 77, yang menjelaskan bahwa manusia diperintahkan untuk mencari kebahagiaan akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah, tanpa melupakan bagian di dunia, serta tetap berbuat baik dan tidak membuat kerusakan di muka bumi.
Menurutnya, ayat tersebut mengandung empat pelajaran penting yang menjadi visi dan misi bagi setiap orang beriman.
Pertama, menjadikan seluruh sarana kehidupan yang diberikan Allah di dunia sebagai jalan untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Ia menekankan pentingnya menjadikan iman dan takwa sebagai gaya hidup (lifestyle) dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kita harus menjadikan iman dan takwa sebagai landasan hidup, sehingga semua aktivitas dunia menjadi sarana menuju akhirat,” ujar Kiai Didin dalam tausiyahnya usai pelaksanaan salat tahajud di malam ke-28 Ramadan pada Rabu dini hari (18/3/2026) di Masjid Ibn Khaldun Bogor.
Kedua, umat Islam tidak boleh melupakan kehidupan dunia. Menurut Kiai Didin, dunia merupakan sarana penting untuk meraih kebahagiaan akhirat, sehingga umat Islam harus berperan aktif dan unggul dalam berbagai bidang kehidupan.
“Umat Islam harus kuat dalam pendidikan, ekonomi, dan politik. Dunia ini adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan akhirat,” katanya.
Ketiga, orang beriman harus senantiasa berbuat baik kepada sesama. Ia menyebutkan bahwa seorang Muslim harus menjadi sumber kebaikan di tengah masyarakat dengan menghadirkan kejujuran, keadilan, serta menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Orang beriman itu membawa manfaat dan menjadi sumber kebaikan bagi orang lain,” ujarnya.
Keempat, umat Islam dilarang membuat kerusakan di muka bumi. Kiai Didin menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan, sehingga setiap aktivitas harus diarahkan pada kemaslahatan.
“Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang merusak, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” tegasnya.
Kiai Didin berharap momentum Ramadan dapat membentuk pribadi Muslim yang memiliki visi dan misi hidup yang jelas, yakni berorientasi pada akhirat tanpa mengabaikan peran di dunia.
“Mudah-mudahan Ramadan ini membentuk kita menjadi orang beriman yang memiliki visi dan misi akhirat,” tandas Kiai Didin. []






