GERAKAN ISLAM

MMP Priangan Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi, Dorong Penguatan Kaderisasi Umat

Sumedang (SI Online) – Majelis Mujahid Mujahidah Priangan (MMP) menggelar kegiatan silaturahmi dan konsolidasi bertema “Indahnya Silaturrahim, Kuatnya Kebersamaan” di RM Sukahati, Cipacing, Jatinangor, Sumedang, Selasa (7/4/2026).

Acara ini menghadirkan Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar), Ustaz Asep Syaripuddin atau yang akrab disapa Kang UAS, sebagai pemateri utama.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota MMP, aktivis organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah tokoh pergerakan. Turut hadir pula Mayjend TNI (purn) Dedi S Budiman yang memberikan pandangan terkait pentingnya persatuan umat.

Acara dibuka oleh Azrevi Rangkuti selaku pengurus MPP Jawa Barat, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bambang S. Kamrie.

Dalam sambutannya, pembina MMP, Pembina MMP Ustaz Elan Jaelani menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh dan aktivis Islam. Ia juga mengungkapkan bahwa masa bakti kepengurusan MPP saat ini telah berakhir.

“Atas nama pengurus, kami memohon maaf atas segala kekurangan selama masa pembinaan. Ke depan, kami berharap adanya program kerja yang lebih terarah serta pengkaderan yang kuat untuk melanjutkan perjuangan para tokoh Islam terdahulu,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Kang UAS menyoroti potensi besar Jawa Barat sebagai wilayah dengan jumlah pesantren yang sangat banyak. Ia menyebutkan bahwa Jawa Barat memiliki lebih dari 12 ribu pesantren, jauh lebih banyak dibandingkan Jawa Timur, meskipun jumlah santri per pesantren bervariasi.

Ia juga menilai karakter gerakan Islam di Jawa Barat lebih dinamis, ditandai dengan aktifnya kegiatan aksi, diskusi, dan kajian keislaman yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah.

“Silaturahmi hari ini bukan sekadar halal bihalal, tetapi juga membahas persoalan umat, baik yang terjadi di dalam negeri maupun internasional,” jelasnya.

Kang UAS mendorong MMP untuk memperkuat kaderisasi, khususnya dengan menyasar pelajar tingkat sekolah lanjutan hingga mahasiswa di perguruan tinggi.

“Kalau kaderisasi ini berjalan, maka akan terasa indahnya silaturahmi dan kuatnya kebersamaan,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Kang UAS juga mengulas sejarah organisasi Islam di Indonesia, mulai dari Sarekat Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi, hingga berkembang menjadi kekuatan politik di bawah HOS Tjokroaminoto.

Ia juga menyinggung peran Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, serta Nahdlatul Ulama yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari, dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan perjuangan melawan kolonialisme.

Selain itu, ia menyebut organisasi lain seperti Persatuan Islam (Persis) dan Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang turut berkontribusi dalam membangun kesadaran keislaman dan nasionalisme.

Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa umat Islam memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, sehingga penting untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut.

Kang UAS menekankan bahwa keberhasilan perjuangan umat sangat ditentukan oleh sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan. Ia mencontohkan pola kaderisasi di berbagai organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah yang memiliki jenjang pembinaan yang sistematis.

“Kalau kita tidak mampu menuntaskan perjuangan ini, mudah-mudahan bisa dilanjutkan oleh anak, cucu, bahkan cicit kita,” ujarnya.

Menanggapi paparan tersebut, Mayjend TNI (purn) Dedi S Budiman menyampaikan harapannya agar umat Islam semakin bersatu dalam menghadapi tantangan bangsa.

Ia juga mengusulkan adanya pembekalan bagi para pimpinan pondok pesantren, mubalig, serta dai dan daiyah guna memperkuat peran mereka dalam menjaga nilai-nilai perjuangan Islam.

“Sudah saatnya tokoh ulama, tokoh bangsa, serta para purnawirawan TNI/Polri bersinergi untuk menjaga dan menyelamatkan bangsa dari berbagai tantangan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MMP dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan, khususnya dalam bidang kaderisasi dan penguatan jaringan perjuangan umat Islam di Jawa Barat. []

Back to top button