Selamatkan Dokter Hussam Abu Safia!
Gaza (Suaraislam.id)-Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza menyerukan tindakan mendesak untuk “menyelamatkan” nyawa dokter Palestina yang ditahan, Hussam Abu Safia, sebelum “terlambat”.
Dokter spesialis anak tersebut telah ditahan oleh Israel sejak 2024 dan “kekhawatiran serius kian meningkat” atas keselamatan serta kesehatannya, tulis dokter Muneer al-Boursh di platform X pada Sabtu (08/08/2026).
Ia mencatat adanya laporan bahwa Abu Safia telah dianiaya selama berada di fasilitas penahanan Israel. Akibat penganiayaan tersebut, ia mengalami cedera pada bagian mata, kepala, dan dadanya.
Penahanan berlanjut dan ketiadaan perawatan medis menjadikan kondisi kesehatan Abu Safia sebagai “sumber kekhawatiran luar biasa yang membutuhkan tindakan mendesak, bukan sekadar pernyataan yang ditunda,” tambah al-Boursh.
Baca juga: Segera Bebaskan Dokter Hussam Abu Safiya!
Abu Safia adalah Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan yang memimpin fasilitas tersebut—salah satu rumah sakit terakhir yang beroperasi di Gaza utara—melalui pengepungan selama 85 hari. Pasukan Israel kemudian menggerebek rumah sakit itu dan menahannya pada 27 Desember 2024.
Ia ditahan tanpa dakwaan di bawah undang-undang kombinatan tak sah milik Israel yang mengizinkan penahanan tanpa batas waktu. Mahkamah Agung Israel menolak banding pembebasannya pada bulan Juni.
Pengacaranya, yang mengunjungi bulan lalu, melaporkan tanda-tanda baru penganiayaan dan penyiksaan. Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah memperingatkan bahwa nyawanya berada dalam bahaya kritis.
Al-Boursh mengatakan bahwa “ironi” dari penahanan Abu Safia “sangat menyakitkan”.
“Dr. Hussam Abu Safia, yang tetap setia mendampingi pasien-pasiennya di Rumah Sakit Kamal Adwan dalam situasi paling kelam, kini berada di balik jeruji besi dan dirampas kemerdekaannya di tengah kekhawatiran atas keselamatan fisik serta kondisi penahanannya,” tulisnya.
“Kami meminta pihak berwenang pendudukan [Israel] bertanggung jawab penuh atas keselamatan nyawanya. Kami menuntut pemeriksaan medis independen dan menyeluruh secara mendesak untuk memastikan ia menerima perawatan yang diperlukan,” tambah al-Boursh.
Kepala kementerian tersebut mendesak “kebebasan” bagi Abu Safia dan seluruh tenaga kesehatan yang ditahan oleh Israel. Ia juga menyerukan kepada Palang Merah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), PBB, serta kelompok medis dan hak asasi manusia untuk segera mengambil tindakan.






