Ikan Berlemak Bisa Jadi Menu Utama Penjinak Kolesterol Jahat?
Jakarta (Suaraislam.id)—Para ahli kardiologi menempatkan ikan berlemak sebagai salah satu asupan harian utama guna menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Jenis ikan seperti salmon, makharel, sarden, dan trout kaya akan asam lemak omega-3 yang terbukti ampuh melindungi fungsi jantung secara menyeluruh.
Pakar irama jantung, Rajesh S. Banker, M.D., menjelaskan bahwa kandungan docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA) tinggi pada ikan berlemak efektif mendongkrak kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL).
“Ikan berlemak dapat membantu meningkatkan HDL dan menjaga aliran darah yang sehat dan lancar melalui arteri,” kata Banker seperti dikutip dari Eating Well, Jumat (7/8/2026).
Selain mengelola kolesterol, kandungan EPA dan DHA bertugas menekan produksi very low-density lipoprotein (VLDL) oleh hati sehingga kadar trigliserida dalam darah berkurang signifikan.
Ahli kardiologi Muzamil Khawaja, M.D., menegaskan bahwa trigliserida tinggi merupakan faktor risiko independen memicu serangan jantung, terutama pada penderita resistensi insulin.
“Trigliserida tinggi merupakan faktor risiko independen untuk penyakit jantung dan sangat umum terjadi pada orang dengan resistensi insulin atau sindrom metabolik, sehingga menurunkannya secara signifikan mengurangi risiko kardiovaskular,” kata Khawaja.
Asam lemak omega-3 juga berfungsi sebagai antiinflamasi alami yang melawan peradangan kronis pemicu aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak.
“Peradangan sistemik merupakan stresor besar pada sistem kardiovaskular dan kesehatan secara keseluruhan. Ikan berlemak berkualitas memberikan manfaat anti-inflamasi yang kuat yang dapat menstabilkan sistem pembuluh darah dan menurunkan risiko kejadian jantung,” ucap Banker.
Sementara itu, Presiden HeartPlace, Rick Snyder, M.D., menambahkan bahwa konsumsi rutin ikan berlemak mengoptimalkan aktivitas listrik jantung serta kelenturan pembuluh darah.
“Meskipun ikan berlemak bukanlah pengganti obat ketika dibutuhkan, memasukkannya secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular jangka panjang,” ujar Snyder.
Meski demikian, para pakar mengingatkan agar pola makan sehat tetap diimbangi dengan pengelolaan gaya hidup, mengingat faktor genetik dan riwayat keluarga tetap memengaruhi risiko penyakit kardiovaskular. []
Sumber: Antara






