Elkisi: Pelopor Pesantren Bola, Pencetak Pemain Berakhlak
Mojokerto (Suaraislam.id) – Ribuan orang memadati Gedung Olah Raga Pesantren Elkisi Mojokerto untuk merayakan peresmian Pesantren Bola Elkisi pada Ahad (10/5). Kegiatan itu dihadiri oleh Bupati Mojokerto, pelatih sepakbola nasional Indra Sjafri, serta jajaran pejabat TNI dan Polri.
Pengasuh Pesantren Elkisi, KH Fathur Rohman, berharap lembaga ini melahirkan sosok seperti Rusdi Bahalwan yang tidak hanya kompeten sebagai pemain dan pelatih, tetapi juga mampu berperan sebagai ustaz.
Beliau menegaskan bahwa pemain sepak bola masa depan harus mampu berdakwah di lapangan hijau agar nilai-nilai religius tetap terjaga dalam setiap pertandingan.
Baca juga: Indra Sjafri Akan Resmikan Pesantren Sepak Bola Elkisi
Kiai Fathur menekankan pentingnya moralitas dalam olahraga guna mencegah tragedi kemanusiaan seperti peristiwa Kanjuruhan yang merenggut banyak korban jiwa.
Evan Dimas, legenda Timnas Indonesia yang turut hadir, memberikan dukungan penuh dan menyatakan bahwa sepak bola harus menjadi sarana untuk mengajarkan kebijaksanaan, kejujuran, serta sikap ksatria.
Bupati Mojokerto, Muhammad al-Barra, menyatakan dukungan totalnya dan berharap para santri memiliki skill profesional sekaligus akhlakul karimah yang luar biasa.
Ia meyakini bahwa kehadiran pesantren ini akan menciptakan dakwah fi’liyah yang menjadi teladan nyata bagi para pemain sepak bola lainnya.

Bupati muda tersebut menceritakan bahwa pemerintahannya aktif menggerakkan klub sepak bola untuk bertanding ke desa-desa guna mendorong perbaikan infrastruktur lapangan lokal.
Mantan pelatih Timnas, Indra Sjafri, mengingatkan agar Pesantren Bola Elkisi dijalankan secara konsisten dengan mengacu pada kurikulum sepak bola yang dikembangkan oleh PSSI.
Dalam orasinya, Indra menekankan bahwa sepak bola Indonesia tidak perlu mengekor gaya Jerman atau Barat agar tidak terus tertinggal dalam persaingan global.
Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan tim nasional yang pernah dipimpinnya terletak pada perpaduan antara kemampuan teknis, kecerdasan akademik, dan penguatan karakter religius pemain.
Indra Sjafri juga terjun langsung memberikan coaching teori dan praktik kepada para guru olahraga serta pelatih yang hadir dalam acara tersebut.






